Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan, Kyiv bersedia mengikuti perundingan teknis trilateral yang diusulkan Amerika Serikat. Kemungkinan perundingan ini digelar di Uni Emirat Arab (UEA) sebelum akhir Oktober.
Washington D.C. juga telah menyampaikan usulan tersebut kepada Moskow dan masih menunggu tanggapan Rusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zelenskyy menyampaikan hal itu dalam konferensi pers bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz pada Minggu (4/10).
Ia mengatakan, pemerintah Ukraina telah mengonfirmasi kepada pihak Amerika Serikat bahwa Kyiv terbuka untuk menghadiri pertemuan di UEA atau negara lain yang diusulkan Washington D.C.
"Pihak Amerika Serikat saat ini berkomunikasi dengan Ukraina dan Rusia, mengusulkan pertemuan trilateral pada tingkat teknis sebelum akhir Oktober. Kemarin, saya mengonfirmasi bahwa kami terbuka untuk berpartisipasi," kata Zelenskyy, seperti diwartakan Anadolu Agency.
Dalam kesempatan yang sama, Zelenskyy menegaskan Ukraina akan terus merespons serangan dari Rusia. Ia menyoroti serangan terhadap jembatan di ibu kota yang disebut berlangsung selama empat hari berturut-turut.
Zelenskyy mengaku heran dengan apa yang ia sebut sebagai "keinginan brutal Rusia untuk terus meningkatkan eskalasi."
Ia menyatakan, Rusia sebelumnya menyerang pusat logistik, termasuk fasilitas perusahaan Nova Poshta dan Ukrposhta. Ukraina kemudian membalas dengan menargetkan Wildberries, menurut Zelenskyy.
"Sekarang mereka menyerang jembatan. Apakah mereka benar-benar berpikir kami tidak akan merespons?" ujarnya.
Presiden Ukraina itu juga menuduh Rusia terus menargetkan infrastruktur sipil, termasuk pusat data dan fasilitas jaringan telepon seluler. Ia menyebut, Presiden Rusia Vladimir Putin terus melakukan eskalasi karena memang menginginkannya.
Zelenskyy menolak anggapan bahwa perang dapat diakhiri hanya dengan meminta Putin secara baik-baik. Menurutnya, pendekatan semacam itu tidak akan berhasil menghadapi strategi Rusia.
"Ini merupakan jawaban bagi semua orang yang percaya bahwa seseorang hanya perlu meminta Putin dengan baik dan dia pasti akan mengakhiri perang. Itu sama sekali tidak akan berhasil," tuturnya.
(rti)

1 jam yang lalu
3






English (US) ·
Indonesian (ID) ·