Ukraina Bombardir Moskow, Rusia Siap Balas NATO?

53 menit yang lalu 2

Asap membubung di belakang sebuah gedung bertingkat menyusul laporan serangan pesawat nirawak Ukraina di Dzerzhinsky, wilayah Moskow, Rusia, pada 20 September 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Rusia disebut para pejabat intelijen Eropa  bersiap meningkatkan eskalasi perang dengan Ukraina dan berencana menyerang negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Potensi itu meningkat menyusul serangan besar-besaran Ukraina ke Moskow pada Ahad.

Eskalasi itu akan dilakukan setelah pemilihan umum Duma Negara akhir pekan ini, demikian ungkap sumber intelijen Barat kepada The Telegraph. Menurut sumber-sumber tersebut, eskalasi yang diperkirakan akan terjadi kemungkinan berupa lonjakan perekrutan wajib militer, percepatan mobilisasi, serta peningkatan intensitas serangan terhadap Ukraina dan sekutu-sekutunya di Eropa.

Para pejabat pertahanan Eropa juga mengkhawatirkan adanya serangan terkonsentrasi Rusia ke wilayah NATO; Direktur CIA John Ratcliffe bahkan mengunjungi Kremlin bulan lalu dengan tujuan khusus untuk memperingatkan Rusia agar tidak menyerang anggota NATO mana pun, menurut sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Rusia telah berjanji meningkatkan intensitas serangan terhadap Kyiv sembari menuduh Ukraina berupaya "mengacaukan" pemilihan umum Rusia, setelah Ukraina meluncurkan gelombang serangan pesawat nirawak (drone) ke wilayah Moskow pada hari terakhir pemungutan suara yang menewaskan sedikitnya dua orang. 

"Sebagai tanggapan atas serangan rezim Kyiv terhadap sasaran sipil di wilayah Rusia, militer Rusia akan melanjutkan dan meningkatkan intensitas serangan presisi tinggi terhadap sasaran militer di Kyiv," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.

Serangan tersebut merupakan yang terbesar terhadap Moskow sejak Kremlin melancarkan ofensif ke Ukraina pada tahun 2022. Serangan melibatkan sekitar 1.600 pesawat nirawak, dengan 450 di antaranya diarahkan langsung ke ibu kota, menurut Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin.

Gambar-gambar yang beredar memperlihatkan lubang besar pada sebuah gedung apartemen bertingkat di pinggiran Moskow, sementara gambar lainnya menunjukkan kepulan asap hitam membubung dari lokasi yang tampak seperti kilang minyak.

Para pejabat intelijen Eropa juga mengemukakan kemungkinan serangan uji coba Rusia untuk menguji ketahanan NATO dalam waktu dekat. Salah satu pejabat menyatakan bahwa potensi serangan bisa terjadi dalam hitungan bulan.

Peringatan ini muncul setelah Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, menyampaikan kepada parlemen bahwa penilaian intelijen mengindikasikan Rusia mungkin akan melancarkan serangan menggunakan pesawat nirawak (drone) atau rudal ke wilayah NATO dalam beberapa bulan mendatang, sebagai bagian dari upaya untuk membuktikan bahwa "Pasal 5 lebih bersifat teoritis daripada praktis".

Baca Artikel Selengkapnya