Tujuh WNI Peserta Global Sumud Flotilla Terkonfirmasi Diculik Israel, Dua Masih Berlayar

1 jam yang lalu 3

Massa dari berbagai organisasi dan elemen masyarakat menggelar aksi menyerukan pembebasan WNI yang diculik Zionis Israel dalam missi Global Sumud Flotilla (GSF), di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (19/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, SIPRUS – Tujuh WNI yang ikut berlayar dengan Armada Global Sumud terkonfirmasi diculik oleh pasukan penjajah Israel (IDF). Ini setelah kapal Zefiro yang dinaiki relawan Dompet Dhuafa dibajak pada Selasa (19/5/2026) malam WIB.

Koalisi armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla menyatakan kapal Andros, Zefiro, dan Don Juan dicegat oleh pasukan Israel setelah terus berlayar menuju Gaza selama lebih dari 24 jam.

Kapal Zefiro disertai Herman Budianto Sudarsono dari Dompet Dhuafa. Ia ditemani Ronggo Wirasanu, juga dari Dompet Dhuafa di kapal itu. 

Pada Senin malam, Herman masih sempat melakukan konferensi pers via zoom di Gedung filantropi Dompet Dhuafa “Ya alhamdulillah kita dari semalam sudah, sudah siaga untuk terus memantau pergerakan kapal-kapal, ada drone ya. Alhamdulillah malam sudah tidak ada, ada drone-drone saja, kemudian pagi baru muncul adanya kapal, dua kapal perang dari IDF,” kata Herman. 

Menurut Herman, kru kapal yang berpengalaman berhasil melakukan manuver sehingga kapal mereka lolos dari sasaran pengajaran. Ia menyebut seluruh peserta misi masih terus waspada terhadap kemungkinan ancaman lanjutan.

“Alhamdulillah tim kami ini kapten, kru-nya ya dari teman-teman luar biasa berpengalaman. Mereka bisa manuver melakukan penghindaran-penghindaran jauh ya dan sudah dari sasar pengejaran IDF tadi.” 

Merujuk laporan Global Sumud Flotilla, hingga Selasa malam yang belum terkonfirmasi dicegat Israel adalah kapal Alcyone, Cabo Blanco, Elengi, Girolama, dan Kasr-i-Sadabad yang disertai Hendro Prasetyo dari SMART 171 dan Asad Aras Muhammad dari Spirit of Aqsa.

Pasukan Israel telah mencegat salah satu kapal yang tersisa dari Armada Sumud Global, menghentikannya ketika kapal tersebut berada sekitar 82 mil laut (sekitar 150 km) dari Gaza, menurut pelacak situs armada tersebut.

Baca Artikel Selengkapnya