Tuduhan Tanpa Bukti atau Isu Serius? Trump vs El-Sayed di Michigan

1 jam yang lalu 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menuding calon senator Partai Demokrat dari Michigan, Abdul El-Sayed, sebagai anggota Ikhwanul Muslimin. Tuduhan yang dilontarkan menjelang pemilihan umum sela Amerika Serikat itu memicu perdebatan mengenai dugaan hubungan keluarga El-Sayed dengan organisasi Islam asal Mesir tersebut. El-Sayed membantah memiliki hubungan dengan Ikhwanul Muslimin dan menilai isu tersebut sengaja digunakan untuk menyerang identitas keagamaannya.

Trump menyampaikan tuduhan itu ketika menghadiri jamuan makan siang di Rose Garden, Gedung Putih, Kamis, 15 Oktober 2026. Sebagaimana diberitakan Forbes pada hari yang sama, Trump menyatakan dirinya sepenuhnya yakin El-Sayed memiliki hubungan dengan Ikhwanul Muslimin, meskipun belum menunjukkan bukti mengenai keanggotaan politikus Demokrat tersebut.

"Dia adalah orang Ikhwanul Muslimin, 100 persen," kata Trump sebagaimana dikutip Fox News, Kamis, 15 Oktober 2026. Trump bahkan mempertanyakan kemungkinan El-Sayed duduk dalam Komite Intelijen Senat apabila memenangkan pemilihan mendatang.

"Bagaimana kalau dia menjadi anggota Komite Intelijen Senat? Bagaimana menurut Anda? Orang itu 100 persen Ikhwanul Muslimin," ujar Trump. Presiden AS tersebut juga menyebut El-Sayed sebagai penipu dan menyatakan ingin datang ke Michigan untuk mengungkap apa yang disebutnya sebagai kebohongan calon senator tersebut.

El-Sayed, yang memiliki nama lengkap Abdulrahman Mohamed El-Sayed, berulang kali membantah tuduhan tersebut. Politikus Demokrat berusia 42 tahun itu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menjadi anggota ataupun memiliki hubungan organisatoris dengan Ikhwanul Muslimin.

Unggahan Lama Memicu Kontroversi

Perdebatan mengenai dugaan hubungan El-Sayed dengan Ikhwanul Muslimin kembali mengemuka setelah sejumlah unggahan lama saudara tirinya, Eman Abdelhadi, beredar di media sosial. Unggahan tersebut membicarakan aktivitas ibu kandung mereka dalam gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir pada dekade 1970-an.

Fox News dalam laporan Kamis, 15 Oktober 2026, mengungkapkan bahwa Abdelhadi pernah menulis mengenai percakapannya dengan sang ibu pada 2012. Dalam unggahan tersebut, Abdelhadi menyebut ibunya pernah terlibat dalam aktivitas Ikhwanul Muslimin ketika masih menjadi mahasiswa.

"Saya baru saja melakukan percakapan yang luar biasa dengan ibu saya mengenai aktivitasnya dalam Ikhwanul Muslimin pada awal 1970-an ketika masih kuliah," tulis Abdelhadi dalam unggahan tersebut.

Dalam unggahan lainnya pada tahun yang sama, Abdelhadi menyatakan bahwa keluarganya telah lama memiliki hubungan dengan Ikhwanul Muslimin. Namun, ia juga mengkritik pendekatan politik organisasi tersebut yang menurut penilaiannya kerap keliru dan merusak.

Unggahan-unggahan itu kemudian menjadi bahan serangan politik terhadap El-Sayed. Mike Rogers, mantan anggota DPR Amerika Serikat dari Partai Republik yang menjadi pesaingnya dalam pemilihan Senat Michigan, turut mengangkat persoalan tersebut melalui iklan kampanye.

Sebagaimana diberitakan Forbes pada Kamis, 15 Oktober 2026, Rogers meminta El-Sayed memberikan penjelasan kepada masyarakat Michigan mengenai dugaan hubungan keluarganya dengan organisasi yang telah dikenai penetapan terorisme oleh pemerintah AS. Rogers menilai persoalan tersebut berkaitan dengan kejujuran seorang calon pejabat publik.

"Abdul harus jujur kepada warga Michigan mengenai hubungan dirinya dan keluarganya dengan terorisme," tulis Rogers melalui akun media sosial X ketika mempromosikan iklan kampanyenya.

Meski demikian, keberadaan unggahan saudara tirinya tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa El-Sayed merupakan anggota Ikhwanul Muslimin. Forbes menyebut tuduhan Trump mengenai keanggotaan El-Sayed sebagai klaim yang belum memiliki dasar pembuktian memadai, sementara El-Sayed secara konsisten menyangkalnya.

sumber : Antara

Baca Artikel Selengkapnya