Trump tak Digubris, Israel Teruskan Pembantaian di Gaza

59 menit yang lalu 1

Warga Palestina menyaksikan serangan udara Israel di Jalur Gaza, 28 Juli 2026. Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan setidaknya empat orang syahid dalam serangan Israel di berbagai wilayah tersebut pada 28 Juli 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Seruan Presiden AS Donald Trump agar Israel menghentikan serangan ke Gaza tak digubris. Setidaknya enam warga Palestina syahid dan 14 lainnya terluka pada Selasa malam ketika pesawat tempur Israel membom sebuah kafe di pelabuhan Kota Gaza.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan dalam keterangan awal bahwa enam warga Palestina yang syahid dan 14 orang yang terluka dalam serangan tersebut dibawa ke Kompleks Medis Al-Shifa setelah pasukan Israel menargetkan warga sipil di sepanjang garis pantai Gaza. Beberapa korban luka dilaporkan berada dalam kondisi serius. 

Menurut laporan setempat, pesawat Israel awalnya melakukan serangan di dekat pelabuhan nelayan Kota Gaza sebelum menghantam sebuah kafe di kawasan tersebut. Setidaknya satu anak termasuk di antara para korban. 

Rekaman dari lokasi kejadian memperlihatkan kerusakan dan jatuhnya korban segera setelah serangan terjadi, sementara warga dan petugas ambulans berupaya menangani korban luka serta mengevakuasi jenazah korban tewas. Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa pengeboman tersebut terjadi di tengah tindakan Israel yang terus menargetkan warga sipil Palestina dan melakukan pembantaian di seluruh Jalur Gaza.

Serangan ini terjadi hanya sehari setelah Presiden AS Donald Trump secara terbuka mendesak Israel untuk menghentikan serangan di Gaza. Trump menyampaikan pernyataan tersebut kepada Fox News pada Senin waktu AS, saat penasihat sekaligus menantunya, Jared Kushner, sedang bertemu dengan Netanyahu dan para pejabat lainnya di Israel setelah melakukan pembicaraan langsung dengan perwakilan Hamas di Mesir.

"Pada akhirnya, mereka menyerahkan senjata mereka," klaim Trump, sebagaimana dilaporkan oleh koresponden luar negeri utama Fox News, Trey Yingst. Pernyataan Trump ini muncul setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak usulan AS mengenai pelucutan senjata Hamas secara bertahap pada pekan lalu.

Israel kemudian kembali melancarkan serangan yang hampir terjadi setiap hari di Gaza setelah sempat jeda sejenak, dengan menyatakan bahwa beberapa pihak yang menjadi sasaran serangan tersebut terlibat dalam operasi 7 Oktober 2023.

Trump berpendapat bahwa serangan-serangan tersebut seharusnya tidak terjadi karena Hamas telah sepakat untuk pada akhirnya menyerahkan senjatanya.

Baca Artikel Selengkapnya