Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Washington, Sabtu (18/4/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, FLORIDA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sesumbar AS akan mengambil alih Kuba dalam waktu sekejap. Trump juga menyiratkan kemungkinan akan mengerahkan kapal induk di lepas pantai untuk memaksa negara pulau tersebut menyerah.
“Kuba akan kami ambil alih dalam waktu sangat cepat,” kata Trump dalam sebuah acara di Florida, Jumat (1/5/2026), seraya mengeklaim bahwa “rakyat Kuba menghadapi berbagai masalah.”
Trump mengindikasikan langkah tersebut akan menyusul perang AS-Israel terhadap Iran, dengan menyebut Washington akan mengerahkan kapal angkatan laut dalam perjalanan kembali ke AS.
“Dalam perjalanan pulang dari Iran, kami akan mengerahkan salah satu kapal besar kami, mungkin kapal induk USS Abraham Lincoln, yang terbesar di dunia, kami akan membuatnya datang dan berhenti sekitar 100 yard dari lepas pantai,” ujarnya.
Trump juga menyiratkan bahwa unjuk kekuatan tersebut saja akan membuat Kuba menyerah. “Mereka akan berkata ‘terima kasih banyak. Kami menyerah,’” serta menambahkan, “Saya suka menyelesaikan pekerjaan.”
Pada Jumat, Trump juga menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukan sanksi baru terhadap individu dan entitas yang terkait dengan Kuba, dengan alasan kekhawatiran terhadap ancaman keamanan nasional dan kebijakan luar negeri AS.
Ia berulang kali menyatakan bahwa Kuba adalah “berikutnya” setelah operasi militer terhadap Iran dan bahwa negara Karibia tersebut akan gagal “dalam waktu dekat.”
sumber : Antara

2 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·