Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ia lebih memilih mencapai kesepakatan dengan Iran daripada mengambil langkah militer dan membunuh.
Namun, Trump tetap memperingatkan penggunaan kekuatan masih menjadi pilihan jika jalur diplomasi gagal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya lebih memilih membuat kesepakatan [dengan Iran], karena saya tidak ingin membunuh orang," ujar Trump dalam sebuah acara di Las Vegas, Rabu (5/7), dikutip dari Anadolu Agency.
Trump menyebut pemerintahannya sempat bersiap untuk melancarkan "serangan terbesar sejak Perang Dunia II", namun menunda rencana tersebut setelah pejabat Iran meminta diadakannya pembicaraan.
"Mereka menghubungi saya dan berkata, 'Tolong jangan lakukan hal itu. Mari kita berbicara,'" kata Trump.
"Sekarang mereka membantah pernah mengucapkan hal tersebut. Padahal, pihak fake news tahu bahwa mereka benar-benar mengatakannya. Namun saat ini kita sedang berbicara. Mari kita lihat perkembangannya, yang jelas mereka menghormati kami," ucapnya menambahkan
Trump juga kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Terkait harga minyak, Trump menyatakan harga tersebut akan turun tajam begitu kebuntuan hubungan dengan Iran teratasi.
"Kita sudah berupaya menurunkan harga. Segera setelah situasi ini berakhir, harga minyak akan jatuh ke titik terendah, dan harga bensin pun akan ikut turun," ucap Trump.
Sebelumnya pada 18 Juni, AS dan Iran telah menyepakati MoU dan memulai pembicaraan untuk merumuskan perjanjian akhir, namun proses tersebut terhenti akibat perbedaan pandangan terkait jaminan keamanan dan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.
Pada akhir Juli, ketegangan kembali memuncak ketika Amerika Serikat melancarkan serangan ke wilayah Iran. Sebagai balasannya, Teheran menyatakan telah menyerang pangkalan dan peralatan militer milik AS di beberapa negara Timur Tengah, terutama di Yordania, Bahrain, dan Kuwait.
(har/rds)

2 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·