Trump: Republik Menang, Warga Dewasa Dapat 5.000 Dolar AS

54 menit yang lalu 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjanjikan pembayaran tunai sebesar 5.000 dolar AS kepada setiap warga negara dewasa apabila Partai Republik berhasil mempertahankan kendali atas DPR dan Senat dalam pemilihan paruh waktu 3 November 2026. Janji yang dinamainya “Trump dividend” itu langsung menjadi salah satu proposal ekonomi paling mencolok menjelang pemilu, meskipun mekanisme, sumber pembiayaan, dan jalan legislatifnya belum dijelaskan secara rinci.

Trump mengumumkan gagasan tersebut dalam pidato utama pada hari pertama Konvensi Nasional Pemilihan Paruh Waktu Partai Republik di Dallas, Texas, Rabu (9/9/2026). Konvensi tersebut merupakan pertemuan nasional pertama Partai Republik yang secara khusus dibentuk untuk menghadapi pemilu paruh waktu, berbeda dari konvensi empat tahunan yang biasanya digunakan untuk mencalonkan presiden dan wakil presiden.

“Saya akan memberikan dividen sebesar 5.000 dolar AS kepada setiap warga negara dewasa di Amerika Serikat,” kata Trump, sebagaimana dilaporkan Fox News pada Rabu, 9 September 2026. Trump mengatakan pembayaran itu hanya akan dilakukan jika Republik memenangkan DPR sekaligus Senat.

Trump membandingkan rencana tersebut dengan perusahaan yang membagikan keuntungan kepada pemegang saham. Menurut dia, kekuatan dan keberhasilan ekonomi Amerika memungkinkan pemerintah memberikan sebagian keuntungan tersebut kembali kepada masyarakat.

Namun, proposal itu segera memunculkan pertanyaan besar. The Wall Street Journal dalam liputan konvensi pada Rabu, 9 September 2026, mencatat Trump tidak menjelaskan apakah ia akan meminta Kongres mengesahkan undang-undang khusus untuk menjalankan pembayaran tersebut maupun mengapa program itu tidak dapat dilakukan sebelum pemilu.

Bisa Menelan Lebih dari 1 Triliun Dolas AS

Besarnya angka yang dijanjikan membuat aspek pembiayaan menjadi persoalan utama. Channel NewsAsia, yang memuat laporan Reuters, menghitung jika pembayaran diberikan kepada sekitar 270 juta orang dewasa di AS, total biayanya secara kasar dapat mencapai sekitar 1,35 triliun dolar AS.

Namun, angka tersebut hanya estimasi kasar. Trump secara spesifik menggunakan istilah “adult citizen” atau warga negara dewasa, sehingga jumlah penerima sebenarnya bisa lebih sedikit daripada keseluruhan populasi dewasa yang digunakan dalam perhitungan tersebut.

Associated Press pada Kamis, 10 September 2026, juga memperkirakan program itu membutuhkan dana lebih dari 1 triliun dolar AS. AP mencatat pembayaran dalam skala tersebut kemungkinan membutuhkan persetujuan Kongres karena presiden pada umumnya tidak dapat secara sepihak mengeluarkan belanja federal sebesar itu.

Amerika Serikat pada saat yang sama sedang menghadapi defisit anggaran yang besar. Congressional Budget Office atau CBO pada Agustus memperkirakan defisit federal tahun fiskal 2026 mencapai sekitar 2,1 triliun dolar AS, naik dari proyeksi sebelumnya 1,9 triliun dolar AS.

Dengan kondisi tersebut, janji pembayaran tunai dalam jumlah lebih dari 1 triliun dolar AS akan membutuhkan keputusan fiskal yang sangat besar. Pemerintah harus menentukan apakah uang berasal dari penerimaan baru, pemotongan anggaran lain, atau tambahan pinjaman apabila proposal tersebut benar-benar diwujudkan.

Baca Artikel Selengkapnya