Trump-Putin Sepakat Rusia Menyuplai Diesel ke AS, Zelensky Kesal

1 jam yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mencapai kesepakatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait pengiriman pasokan bahan bakar diesel ke pasar AS dan global.

Kesepakatan tersebut memicu kecaman dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang menyebutnya sebagai keputusan tidak jujur, tidak pantas, dan lemah.

"Hal ini tentu tidak jujur, tentu tidak pantas dilakukan oleh mitra kami, dan menurut pandangan saya, ini merupakan keputusan yang lemah," ujar Zelensky pada Jumat (9/10), dikutip dari AFP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kekecewaan ini disuarakan bertepatan dengan jadwal pertemuan diplomatik antara utusan AS, Ukraina, dan Eropa di Miami yang diagendakan untuk membahas upaya pengakhiran perang.

Berdasarkan pengumuman Trump, Rusia akan segera menyalurkan lebih dari 300 ribu ton bahan bakar diesel ke pasar AS dan global.

"Rusia akan segera memasok lebih dari 300 ribu ton bahan bakar diesel ke pasar Amerika dan global," tulis Trump di media sosial Truth Social.

Pengiriman tersebut akan disusul dengan tambahan pasokan sebesar 500 ribu ton pada November dan 1 juta ton pada tahap berikutnya.

Guna memuluskan kesepakatan tersebut, Departemen Keuangan AS telah menerbitkan izin sementara yang memperbolehkan aliran diesel Rusia ke pasar global hingga April 2027, menangguhkan sebagian sanksi yang telah berlaku sejak 2022.

Kebijakan pengecualian sanksi sementara terhadap ekspor energi Rusia menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi memulihkan aliran pendapatan Moskow yang digunakan untuk mendanai invasi di Ukraina.

Namun, Trump berdalih kesepakatan ini merupakan upayanya meredam lonjakan biaya energi di tengah perang dengan Iran.

Ia meyakini pasokan tambahan ini akan berdampak langsung pada penurunan harga bahan bakar bagi warga AS, khususnya bagi petani, peternak, dan pengemudi truk logistik.

"Harga yang lebih rendah bagi warga Amerika, terutama para petani, peternak, dan pengemudi truk hebat kita, merupakan prioritas terbesar saya," tulis Trump.

Rusia, yang melancarkan invasi skala penuh pada Februari 2022, kini menduduki sekitar seperlima wilayah Ukraina.

(dhz/pta)

Baca Artikel Selengkapnya