Jakarta, CNN Indonesia --
Duta Besar Amerika Serikat untuk China, David Perdue, mengungkap Presiden AS Donald Trump pernah menawarkan penjualan senjata AS kepada Presiden China, Xi Jinping.
Perdue mengatakan Trump menyampaikan tawaran itu secara langsung kepada Xi.
"Presiden Trump terus mengatakan, 'Hei, kami menjual senjata kepada orang lain di seluruh dunia,'" kata Perdue dalam program Fox News Sunday, Minggu (21/9), seperti dikutip The New York Times.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia bahkan pernah bertanya kepada Presiden Xi apakah beliau ingin membeli beberapa senjata," ujarnya. Perdue tidak memberikan rincian lebih lanjut. Ia juga tidak mengungkapkan respons Xi.
Pengakuan tersebut menjadi sorotan karena China selama ini dipandang AS sebagai salah satu pesaing utama di bidang militer, ekonomi, dan diplomasi.
China memiliki salah satu kekuatan militer yang berkembang paling cepat di dunia. Sementara, AS telah menjadi kekuatan militer dominan di kawasan Asia-Pasifik, tetapi kekuatan itu memudar terhadap China, terutama karena pemerintahan Trump mengalihkan sumber daya dari kawasan tersebut untuk digunakan dalam perang melawan Iran.
Dalam beberapa tahun terakhir, industri pertahanan AS juga kesulitan memproduksi sistem senjata dengan kecepatan yang dianggap cukup untuk kebutuhan global oleh para pejabat AS.
"Jika ada keraguan tentang apakah Presiden Trump memandang China sebagai ancaman keamanan, pengungkapan oleh @USAmbChina Perdue ini menepis pertanyaan tersebut," tulis Mantan diplomat dan pejabat keamanan nasional Gedung Putih yang kini menjabat sebagai direktur pusat China di Brookings Institution, Ryan Hass.
"Tawaran Trump untuk menjual senjata ke China akan meresahkan mitra Amerika yang berada di ujung tombak China," tambahnya. Para mitra tersebut termasuk Filipina, Jepang, dan Taiwan, pulau yang secara de facto merdeka dan negara demokrasi yang ingin diperintah oleh Partai Komunis China.
Selama bertahun-tahun, Washington juga memperingatkan potensi konflik dengan Beijing, terutama terkait Taiwan serta aktivitas China di Laut China Selatan dan Laut China Timur.
Gedung Putih kemudian menyatakan AS tidak memiliki rencana untuk menjual senjata kepada China. Kementerian Luar Negeri AS juga mengatakan hukum AS melarang penjualan senjata ke China.
"Hukum AS melarang penjualan senjata ke China dan tidak ada tawaran atau rencana untuk menjual senjata ke China," kata Kementerian Luar Negeri AS dalam pernyataan.
Kedutaan Besar China di Washington belum memberikan tanggapan atas pernyataan tersebut.
Di sisi lain, pemerintah AS menuding sejumlah perusahaan pertahanan China membantu negara-negara yang menjadi lawan Washington, termasuk Iran dan Rusia.
Menurut pejabat AS, perusahaan-perusahaan tersebut menjual peralatan dwiguna, menyediakan citra satelit, serta merencanakan ekspor senjata secara rahasia. Washington juga telah menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah perusahaan China.
Lanjut ke sebelah...

9 jam yang lalu
5







English (US) ·
Indonesian (ID) ·