Trump Desak Putin-Zelensky Akhiri Perang, Klaim Gencatan Senjata Dipertanyakan

1 jam yang lalu 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy segera mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun. Namun, upaya diplomatik Washington menghadapi persoalan serius setelah klaim Trump mengenai kesepakatan penghentian serangan terhadap infrastruktur energi justru tidak mendapatkan konfirmasi tegas dari Moskow maupun Kyiv.

Berbicara kepada wartawan sebelum meninggalkan Gedung Putih menuju Ohio, Senin (12/10/2026), Trump menyatakan kedua pemimpin harus segera duduk bersama untuk menghentikan pertumpahan darah. Ia menganggap perang berkepanjangan tersebut tidak masuk akal, terutama karena jumlah korban yang terus bertambah sementara jalan menuju perdamaian belum juga ditemukan.

"Yang saya tahu, Zelenskyy dan Putin harus bertemu dan mengakhiri perang yang konyol itu," kata Trump, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (13/10/2026).

Trump mengklaim sekitar 32 ribu orang telah kehilangan nyawa dalam satu bulan terakhir akibat perang tersebut. Namun, ia tidak menyampaikan sumber data maupun bukti independen yang dapat memastikan jumlah korban sebagaimana disebutkannya.

"Bulan ini mereka kehilangan 32 ribu orang dalam perang itu. Ini konyol. Jadi, mereka harus bertemu dan menyelesaikannya," ujar Trump.

Polemik bermula ketika Trump mengumumkan melalui platform Truth Social pada Ahad (11/10/2026) bahwa Rusia dan Ukraina telah menyepakati gencatan senjata khusus terhadap fasilitas energi. Ia menyatakan kesepakatan tersebut berlaku seketika dan memperingatkan kedua negara agar tidak melanggarnya.

Pengumuman itu mengejutkan Ukraina karena Kyiv mengaku belum menerima rincian kesepakatan dari Washington. Sementara itu, pemerintah Rusia tidak segera memberikan konfirmasi bahwa Moskow telah menyetujui penghentian serangan sebagaimana diumumkan Trump.

Ketika wartawan mempertanyakan perbedaan keterangan tersebut, Trump justru bersikeras bahwa kedua negara sudah mencapai kesepakatan. Ia bahkan memberikan jawaban yang menggambarkan keyakinannya bahwa tekanan langsung dari Washington cukup untuk membuat Rusia dan Ukraina mematuhi kesepakatan.

"Mereka sepakat. Anda tahu kenapa? Karena saya mengatakan, 'Kalian setuju'. Itulah alasannya. Mereka sepakat karena saya mengatakan mereka sepakat, dan masalah itu harus diselesaikan," kata Trump.

Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai status sebenarnya dari gencatan senjata yang diumumkan Gedung Putih. Sebab, persetujuan kedua pihak, kejelasan ketentuan, dan mekanisme pelaksanaannya belum diumumkan secara bersama oleh Rusia dan Ukraina.

Zelenskyy sendiri menyatakan Ukraina mendukung penghentian serangan terhadap fasilitas energi sepanjang Rusia melakukan langkah serupa. Namun, ia mengaku terkejut karena serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina dilaporkan masih berlangsung setelah pengumuman Trump.

Dalam keterangannya pada Warsaw Security Forum, Senin, Zelenskyy mengatakan Rusia masih menyerang pembangkit listrik di Kharkiv, fasilitas produksi gas, dan sebuah stasiun pengisian bahan bakar. Menurut dia, serangan tersebut memperlihatkan pentingnya komitmen nyata dari Moskow sebelum kesepakatan gencatan senjata dapat dipercaya.

sumber : Antara

Baca Artikel Selengkapnya