Trump Akui Republik Kalah Pemilu Sela Gegara AS Perangi Iran

2 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara langka mengakui bahwa kekalahan Partai Republik di pemilu paruh waktu salah satunya karena keputusannya memerangi Iran.

Dalam wawancara bersama Fox News Democracy 26 pada Selasa (3/11), Trump mulanya memuji kemenangan Partai Demokrat di Kongres.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut kemenangan Demokrat sudah lama dinanti-nanti partai tersebut, namun hal itu bukan masalah baginya.

"Yah, saya akan katakan ini: selamat kepada Partai Demokrat. Mereka melakukannya dengan baik," kata Trump dalam wawancara telepon dengan Fox News, seperti dikutip AFP.

"Mereka telah menantikan momen ini selama 11 tahun, dan akhirnya mereka mendapatkannya. Namun, saya tidak menganggap ini sebagai masalah... Saya bisa bekerja sama dengan mereka dalam banyak hal," lanjutnya.

Trump kemudian menambahkan bahwa jika ada perselisihan dengan Demokrat di Kongres, ia siap untuk menggunakan hak vetonya.

[Gambas:Video CNN]

Perselisihan ini salah satunya menyangkut keputusan Trump meluncurkan perang ke Iran. Para kader Demokrat sejak awal tak setuju karena biaya perang bisa dipakai untuk kepentingan nasional yang lebih penting, seperti layanan kesehatan dan pendidikan.

Penolakan atas perang Iran juga tidak hanya dikemukakan oleh Demokrat, tetapi juga masyarakat luas. Berbagai jajak pendapat menunjukkan hal ini sangat tidak disukai warga Amerika karena mereka terdampak kenaikan harga minyak.

Soal ini, Trump pun mengakui bahwa konflik berkepanjangan dengan Iran, yang menyebabkan lonjakan harga minyak dunia, telah berkontribusi pada kekalahan Republik di pemilu sela.

"Menurut saya, salah satu faktornya adalah Iran, tetapi pada saat yang sama, masyarakat memahami pentingnya langkah-langkah yang telah saya akmbil terkait Iran," ucap Trump.

Partai Republik kalah dari Partai Demokrat dalam pemilihan umum Senat dan DPR. Berdasarkan penghitungan suara yang dilakukan oleh New York Times, Partai Republik diproyeksi meraih 44 kursi di Senat, sedangkan Demokrat 54 kursi.

Di DPR, kursi yang kemungkinan diperoleh Republik hanya sekitar 139, sementara Demokrat 228 kursi.

Kemenangan Demokrat ini bahkan terjadi untuk pertama kalinya di negara bagian konservatif seperti Kansas dan Texas.

(isa/bac)

Baca Artikel Selengkapnya