Training Manajemen Bencana, Relawan Bencana sebagai Panggilan Jiwa untuk Lingkungan dan Sesama

1 jam yang lalu 1

Semarang, NU Online

Menjadi relawan kebencanaan bukan semata-mata menjalankan tugas kedinasan atau aktivitas yang berorientasi pada materi. Lebih dari itu, keterlibatan dalam penanggulangan bencana merupakan panggilan jiwa untuk peduli terhadap lingkungan dan keselamatan sesama.


Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah KH Mandzur Labib saat membuka Training Manajemen Bencana NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah batch ketiga di Pesantren Al-Asror, Patemon, Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Ahad (20/9/2026).


“Ini bukan panggilan yang ada tanda tangannya kemudian menerima honor, tapi ini adalah panggilan jiwa bagaimana kita peduli dengan lingkungan kita, peduli dan kita mempersiapkan diri untuk kebencanaan-kebencanaan yang tentu kita tidak harapkan,” ujarnya.


Menurutnya, kesiapan menghadapi bencana merupakan bagian dari kepedulian manusia terhadap lingkungan. Ia menjelaskan, terdapat bencana yang merupakan ketetapan Allah subhanahu wa ta‘ala, tetapi ada pula bencana yang terjadi sebagai akibat dari perbuatan manusia.


“Akan tetapi, bencana itu ada dua kali klasifikasi. Bencana yang memang itu sudah takdir dari Allah. Itu tidak bisa tidak, pasti akan terjadi. Kemudian ada bencana yang akibat efek ulah dari para manusia,” jelasnya.


Gus Mandzur kemudian mengaitkan pentingnya menjaga lingkungan dengan firman Allah dalam Surat Ar-Rum ayat 41, “Zhaharal-fasadu fil-barri wal-bahri bima kasabat aidin-nas.”


“Kerusakan di muka bumi ini dan di lautan itu ya karena ulah para manusia. Kita sebagai makhluk hidup tentu punya kewajiban untuk menjaga kelestarian alam, kelestarian lingkungan,” tegasnya.


Panggilan Jiwa untuk Menolong Sesama

Hal senada disampaikan Pengasuh Pesantren Al-Asror Semarang KH Almamnuhin Kholid. Ia menilai kehadiran peserta yang merupakan utusan dari berbagai PCNU dalam training tersebut merupakan bentuk pengabdian yang lahir dari kepedulian terhadap keselamatan orang lain.


“Saya yakin hari ini bukan panggilan pangkat, tapi ini panggilan jiwa. Ini yang saya sambut karena kalau kedinasan itu semata-mata panggilan pangkat. Hari ini, NU panjenengan semuanya datang yang pertama dapat panggilan jiwa untuk keselamatan orang lain,” tuturnya.


Ia menyayangkan apabila semangat pengabdian kepada sesama semakin terkikis oleh orientasi materi. Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai cabang NU perlu dipandang sebagai bagian dari panggilan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.


“Nah, inilah yang hari ini mulai berkurang. Hari ini mulai tersingkirkan. Rata-rata, ketika dia bergerak di situ ada uang,” ungkapnya.


Gus Nuhin sapaan akrabnya juga mengingatkan pentingnya semangat kasih sayang dalam pengabdian kemanusiaan. Ia mengutip ungkapan yang kerap disampaikan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, “Man laa yarham laa yurham”, yang berarti orang yang tidak menyayangi tidak akan disayangi.


“Nah, di sini teman-teman dari utusan cabang-cabang ini, sekali lagi, adalah panggilan jiwa untuk pengabdian kepada sesama. Kata Gus Dur: man laa yarham laa yurham,” katanya.


Ia berharap niat para peserta untuk memberikan pertolongan dan perlindungan kepada orang lain juga menjadi sebab datangnya perlindungan Allah.


“Ya semoga saja dengan niatan kita akan memberikan kasih sayang dan perlindungan orang lain, kita juga akan dilindungi oleh Allah subhanahu wa ta‘ala,” harapnya.

Perkuat Kapasitas Relawan

Training Manajemen Bencana NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah batch ketiga menjadi rangkaian terakhir dari pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 18-20 September 2026. Pada batch ketiga, peserta berasal dari PCNU wilayah Pekalongan dan Banyumas.


Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dan praktik mengenai manajemen bencana, kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, keselamatan dan evakuasi, serta keterampilan pertolongan pertama. Materi disampaikan oleh trainer dari Shenzhen Rescue Volunteers Federation (SRVF).


Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah memperkuat kapasitas relawan, tidak hanya dari sisi pengetahuan dan keterampilan menghadapi situasi kebencanaan, tetapi juga kesadaran untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan.

Baca Artikel Selengkapnya