Timteng Memanas, Laporan: Pakistan Kerahkan 8.000 Tentara dan Sistem Pertahanan China ke Saudi

1 jam yang lalu 2

Jet tempur JF-17 Thunder kursi ganda, produk dari usaha patungan antara Pakistan Aeronautical Complex (PAC), dan Kamra China dan Chengdu Aircraft Industry Corporation (CAC).

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Ketegangan di Timur Tengah semakin tidak menentu.  Pakistan telah mengerahkan 8.000 tentara, satu skuadron jet tempur, dan sistem pertahanan udara buatan China ke Arab Saudi sebagai bagian dari pakta pertahanan bersama dengan kerajaan tersebut. Demikian dilaporkan Reuters pada Senin.

"Pengerahan tersebut meningkatkan jumlah pasukan dan aset militer Pakistan di kerajaan itu, dimulai pada awal April," demikian dilaporkan Reuters.

Pakistan telah mengerahkan satu skuadron yang terdiri dari sekitar 16 pesawat, sebagian besar pesawat tempur JF-17, yang diproduksi bersama dengan China. Selain itu, Pakistan juga mengerahkan sistem pertahanan udara HQ-9 buatan China.

Kehadiran persenjataan canggih buatan China di Arab Saudi tumpang tindih dengan sistem berteknologi tinggi buatan AS yang beroperasi di negara tersebut.

Arab Saudi memiliki sistem pertahanan udara Patriot dan Thaad. Bahkan, kerajaan tersebut memiliki persediaan pencegat Patriot terbesar di Teluk.

Baca Artikel Selengkapnya