Tillis Menyesal Dukung Hegseth, Ditekan soal RFK Jr

50 menit yang lalu 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Senator Republik dari North Carolina, Thom Tillis, secara terbuka mengakui keputusan mendukung Pete Hegseth menjadi Menteri Pertahanan Amerika Serikat sebagai penyesalan terbesar sepanjang karier politiknya. Pengakuan itu muncul ketika Tillis sekaligus menghadapi pertanyaan tajam mengenai suara yang pernah ia berikan untuk Robert F. Kennedy Jr sebagai Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Associated Press (AP) pada 5 Oktober 2026 melaporkan pengakuan tersebut terdapat dalam buku baru Tillis, How to Lose Friends and Antagonize Presidents: The Trouble with Sycophants, Courage Outsourcing, and Partisan Groupthink. Buku setebal 224 halaman itu diterbitkan HarperCollins pada 6 Oktober 2026. 

Dalam buku tersebut, Tillis menyebut suaranya untuk Hegseth sebagai “biggest regret of my career” atau “penyesalan terbesar dalam karier saya”. Ia juga menulis bahwa seharusnya dirinya menghentikan Kennedy agar tidak menjadi Menteri Kesehatan AS.

Penyesalan itu memiliki bobot politik besar karena suara Tillis turut menentukan nasib Hegseth. Dalam pemungutan suara Senat pada 24 Januari 2025, pencalonan Hegseth berakhir imbang 50-50 setelah Tillis memberikan suara mendukung, sehingga Wakil Presiden JD Vance harus menggunakan hak suara pemecah kebuntuan untuk mengesahkan Hegseth sebagai Menteri Pertahanan.

Tiga senator Republik ketika itu memilih menolak Hegseth, yakni Susan Collins dari Maine, Lisa Murkowski dari Alaska, dan Mitch McConnell dari Kentucky. Catatan resmi Senat menunjukkan Tillis berada di antara 50 senator yang memilih “ya”, sehingga satu tambahan suara penolakan dari kubu Republik pada tahap itu akan membuat Hegseth gagal mendapatkan mayoritas.

AP melaporkan Tillis bahkan membuat proses menjelang pemungutan suara berlangsung hingga malam karena ia masih mempertimbangkan keputusannya. Ia berbicara dengan Gedung Putih, sejumlah orang yang pernah bekerja dengan Hegseth, serta Hegseth sendiri sebelum akhirnya memutuskan mendukung pencalonan tersebut karena mengatakan tidak dapat mengonfirmasi tuduhan paling serius yang diarahkan kepada Hegseth; Hegseth sendiri membantah tuduhan-tuduhan tersebut.

Kini Tillis menilai keputusannya itu sebagai sebuah kesalahan besar. Dalam bukunya, ia juga mengkritik sejumlah kebijakan dan keputusan pemerintahan Trump, sembari menggambarkan adanya senator Republik yang secara pribadi keberatan terhadap berbagai tindakan presiden tetapi tidak selalu menyampaikan keberatan itu secara terbuka

Penyesalan Tillis tidak berhenti pada Hegseth. Ia juga menyoroti keputusannya mendukung Robert F. Kennedy Jr menjadi Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan pada Februari 2025, dengan mengatakan bahwa dirinya harus hidup dengan konsekuensi dari suara tersebut.

Catatan resmi Senat menunjukkan Kennedy dikukuhkan pada 13 Februari 2025 dengan perolehan 52 suara mendukung dan 48 menolak. Tillis termasuk senator yang memilih mendukung, sedangkan McConnell menjadi satu-satunya senator Republik yang tercatat memberikan suara menolak dalam pemungutan suara final tersebut.

Keputusan lama itu kembali menghantui Tillis ketika ia tampil di program The Weeknight MS NOW pada Selasa, 6 Oktober. Pembawa acara Luke Russert menanyainya mengenai dukungan kepada Kennedy setelah berbagai perubahan kebijakan vaksin yang dilakukan Departemen Kesehatan di bawah kepemimpinannya.

Russert mengingatkan bahwa Tillis sebelumnya pernah mengatakan berharap Kennedy akan “go wild” dalam kapasitasnya sebagai pembaru di bidang kesehatan. Namun Tillis ketika itu juga menegaskan akan berseberangan dengan Kennedy apabila menteri tersebut mengambil posisi yang bertentangan dengan keamanan vaksin yang telah terbukti.

Perdebatan tersebut kini berlangsung dalam situasi yang jauh berbeda. Reuters melaporkan Kennedy telah mencopot dan mengganti seluruh 17 pakar independen yang sebelumnya duduk di Advisory Committee on Immunization Practices atau ACIP, panel berpengaruh yang memberikan rekomendasi kebijakan vaksin kepada Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Langkah tersebut kemudian menjadi salah satu pokok gugatan yang diajukan American Academy of Pediatrics dan sejumlah organisasi medis lainnya. Pada Maret 2026, Hakim Distrik AS Brian Murphy memblokir 13 orang yang ditunjuk Kennedy dari panel itu dan juga membatalkan sejumlah perubahan kebijakan vaksin, termasuk keputusan CDC pada Januari yang mengurangi jumlah vaksin anak yang direkomendasikan secara rutin; pemerintahan Trump mengajukan banding terhadap bagian putusan mengenai keanggotaan ACIP.

Isu itu menjadi semakin sensitif karena Amerika Serikat sedang menghadapi lonjakan kasus campak. Data CDC yang diperbarui 2 Oktober menunjukkan terdapat 3.887 kasus campak terkonfirmasi sepanjang 2026 hingga 1 Oktober, naik tajam dibandingkan 2.289 kasus sepanjang 2025 dan 285 kasus pada 2024.

sumber : Antara

Baca Artikel Selengkapnya