REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Australia mengumumkan investasi tambahan sebesar 4,6 miliar dolar Australia atau sekitar 3,2 miliar dolar AS untuk melanjutkan pembangunan galangan kapal selam bertenaga nuklir di Osborne, Australia Selatan.
Investasi yang diumumkan pada Jumat, 24 Juli 2026, tersebut akan disalurkan kepada Australian Naval Infrastructure, perusahaan milik Pemerintah Persemakmuran Australia yang mengelola pembangunan fasilitas strategis angkatan laut.
Dana itu bukan digunakan untuk membeli tiga kapal selam kelas Virginia dari Amerika Serikat. Anggaran tersebut secara khusus ditujukan untuk melanjutkan pembangunan Nuclear-Powered Submarine Construction Yard, kompleks yang kelak digunakan Australia untuk membangun kapal selam SSN-AUKUS.
Kementerian Pertahanan Australia menyatakan tambahan A$4,6 miliar itu melengkapi investasi awal sebesar A$3,9 miliar (Rp48,95 triliun) yang diumumkan pada Februari 2026. Dengan demikian, kontribusi pemerintah federal yang telah diumumkan untuk galangan tersebut mencapai A$8,5 miliar (Rp107 triliun). Keseluruhan pembangunan kompleks galangan di Osborne diperkirakan membutuhkan investasi sekitar A$30 miliar (Rp377 triliun) dalam beberapa dekade mendatang.
“Investasi ini merupakan langkah penting lainnya dalam membangun kemampuan berdaulat yang dibutuhkan Australia untuk membangun, mengoperasikan, memelihara, dan menopang armada kapal selam masa depan kami,” kata Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia Richard Marles dalam pernyataan resmi pada Jumat, 24 Juli 2026.
Marles mengatakan pekerjaan yang berlangsung di Osborne menunjukkan bahwa AUKUS tetap berjalan. “Pekerjaan yang berlangsung saat ini di Osborne menunjukkan bahwa AUKUS berada di jalurnya dan sedang diwujudkan sekarang,” ujarnya.
South China Morning Post pada Jumat, 24 Juli 2026, menyebut dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur baru dan pelatihan tenaga kerja. Kompleks galangan yang direncanakan diperkirakan berukuran 10 kali lebih besar dibandingkan fasilitas pembuatan kapal permukaan yang sekarang berada di Osborne.
Puluhan Bangunan Akan Didirikan
Dalam konferensi pers di Adelaide pada Jumat, 24 Juli 2026, Marles mengatakan proyek galangan kapal selam akan dikerjakan secara bertahap selama sekitar satu dekade.
Sebanyak 50 bangunan direncanakan berdiri di kompleks tersebut. Bangunan pertama ditargetkan selesai dalam 12 bulan, sedangkan pemotongan baja untuk kapal selam SSN-AUKUS pertama yang dibangun Australia ditargetkan berlangsung sebelum berakhirnya dekade ini.
Marles menjelaskan sekitar 1.100 pekerja telah terlibat dalam pembangunan fasilitas. Jumlah pekerja konstruksi diperkirakan meningkat menjadi sekitar 4.000 orang dalam beberapa tahun mendatang. Pemerintah juga memperkirakan hampir 10 ribu pekerjaan akan tercipta di Australia Selatan melalui keseluruhan program kapal selam bertenaga nuklir.
Salah satu bangunan utama di kompleks itu adalah aula fabrikasi sepanjang sekitar 420 meter. Galangan juga akan memiliki fasilitas pemasangan perlengkapan, penggabungan bagian-bagian kapal selam, pengujian, serta persiapan sebelum kapal dioperasikan.

2 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·