Tetangga RI Bangun 'Silicon Island', Fasilitas AI Terbesar di ASEAN

53 menit yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Malaysia tengah membangun pulau buatan bernama Silicon Island di selatan Penang untuk memperluas industri semikonduktor dan memenuhi kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang terus meningkat.

Proyek reklamasi seluas 2.300 hektare itu diperkirakan selesai dalam sekitar satu dekade.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengembang menargetkan Silicon Island dapat menarik investasi sekitar RM75 miliar dan menyumbang RM1,1 triliun terhadap perekonomian Malaysia hingga 2050.

Silicon Island juga diproyeksikan menciptakan sekitar 220.000 lapangan kerja pada 2050. Kawasan tersebut nantinya tidak hanya berisi fasilitas industri, tetapi juga perkantoran, hotel, dan apartemen.

Pembangunan pulau ini menjadi solusi atas keterbatasan lahan di Penang. Selama lebih dari lima dekade, Penang berkembang menjadi salah satu pusat industri elektronik dan semikonduktor terbesar di Asia Tenggara.

Sejumlah perusahaan teknologi besar, seperti Intel Corp, Advanced Micro Devices (AMD), dan ASE Technology, telah memperluas operasi mereka di kawasan Bayan Lepas, dekat Bandara Internasional Penang.

[Gambas:Video CNN]

Namun, perkembangan industri membuat lahan di Penang semakin terbatas.

"Ruang untuk pertumbuhan lebih lanjut di Penang semakin terbatas," kata Ketua Menteri Penang Chow Kon Yeow kepada Bloomberg.

Menurut Chow, Silicon Island dapat membantu Penang mempertahankan kekuatan industrinya sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perkembangan teknologi global berikutnya.

Kawasan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Malaysia untuk meningkatkan posisi dalam rantai pasok semikonduktor global.

Selama ini, Malaysia dikenal kuat dalam proses perakitan dan pengujian chip.

Melalui Silicon Island, Malaysia ingin menarik kegiatan dengan nilai lebih tinggi, seperti desain semikonduktor, pengemasan canggih, dan pengujian otomatis.

Ledakan kebutuhan AI menjadi salah satu faktor yang mendorong pembangunan tersebut. Perusahaan teknologi global kini berlomba meningkatkan kapasitas pusat data dan infrastruktur AI, sehingga kebutuhan terhadap chip dan komponen pendukung ikut meningkat.

Presiden Asosiasi Industri Semikonduktor Malaysia Wong Siew Hai memperkirakan ekspor produk listrik dan elektronik Malaysia tahun ini mencapai lebih dari RM900 miliar. Hampir tiga perempat dari ekspor tersebut berasal dari semikonduktor.

Malaysia saat ini menjadi eksportir semikonduktor terbesar keenam di dunia.

Wong mengatakan tingginya permintaan dari perusahaan teknologi membuat sejumlah produsen sudah mendekati kapasitas maksimal. Kondisi itu mendorong perusahaan mencari lokasi baru untuk memperluas produksi.

"Komitmen yang saat ini diminta perusahaan-perusahaan ini adalah berapa banyak dan seberapa cepat Anda dapat memproduksi?" ujar Wakil Direktur Proyek Silicon Island Development Tan Jun Jing.

"Itulah mengapa banyak dari mereka benar-benar menjajaki ekspansi untuk memenuhi permintaan pelanggan," lanjutnya.

Menurut Tan, sejumlah perusahaan dari Taiwan dan Jepang telah menunjukkan minat terhadap Silicon Island. Salah satu calon investor Jepang bahkan telah mengunjungi lokasi proyek tiga kali dalam dua bulan.

Selain meningkatnya permintaan chip, ketegangan Amerika Serikat dan China juga menjadi peluang bagi Malaysia. Sejumlah perusahaan berusaha mengurangi ketergantungan terhadap China dengan menyebarkan fasilitas produksi ke negara lain.

Penang dinilai memiliki keunggulan karena sudah memiliki jaringan pabrik, tenaga kerja terampil, insinyur, serta pemasok yang mendukung industri semikonduktor.

Namun, Silicon Island tidak akan langsung beroperasi dalam waktu dekat. Proses reklamasi diperkirakan membutuhkan tiga hingga empat tahun. Pembangunan keseluruhan kawasan dapat berlangsung hingga 15 tahun.

Operasi industri pertama ditargetkan mulai berjalan pada awal 2029. Penjualan lahan industri juga direncanakan dimulai pada awal 2027.

Di pusat Silicon Island akan dibangun Green Technology Park seluas sekitar 700 hektare. Kawasan ini akan difokuskan pada industri desain semikonduktor, pengemasan canggih, dan pengujian otomatis.

Fase pertama Green Technology Park ditargetkan menggunakan energi terbarukan sepenuhnya. Kawasan itu nantinya akan terhubung dengan pulau utama Penang melalui jembatan sepanjang 380 meter.

Bersambung ke halaman berikutnya...

Baca Artikel Selengkapnya