Jakarta, CNN Indonesia --
Perusahaan milik menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jared Kushner, terungkap sebagai pemegang saham terbesar di perusahaan Israel yang berinvestasi di sejumlah pemasok militer Zionis.
Anggota Kongres AS dari Partai Demokrat pun mulai melakukan penyelidikan atas temuan dari laporan investigatif CNN tersebut.
Anggota DPR AS Robert Garcia, anggota senior Komite Pengawasan DPR, mengirim surat kepada perusahaan investasi Kushner, Affinity Partners, pada Senin (5/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Garcia mengatakan anggota Demokrat di komite tersebut sedang menyelidiki cara Presiden Donald Trump dan keluarganya memperoleh keuntungan finansial dari akses mereka terhadap kekuasaan.
"Saya meminta informasi rinci tentang urusan bisnis Anda di Timur Tengah untuk memahami apakah keuntungan finansial Anda yang signifikan diperoleh dengan mengorbankan keselamatan dan keamanan warga Amerika," tulis Garcia dalam surat tersebut.
Surat itu menjadi tanda bahwa anggota DPR dan Demokrat berencana meningkatkan pengawasan terhadap bisnis keluarga Trump di AS dan luar negeri jika mereka kembali menguasai mayoritas dalam pemilu paruh waktu musim gugur ini.
Pengacara Kushner bantah kritik Garcia
Pengacara Kushner membantah kritik Garcia. Ia justru menyoroti kepemilikan investasi Garcia yang berkaitan dengan perusahaan yang menjadi sorotan dalam laporan CNN.
Laporan investigatif CNN sebelumnya menelusuri hubungan Affinity Partners dengan Phoenix Financial, perusahaan jasa keuangan Israel yang menjadikan Affinity sebagai investor terbesar. Phoenix juga memiliki saham di Elbit Systems, produsen senjata terbesar Israel.
"Surat Rep. Garcia adalah contoh sempurna dari ironi: Seorang anggota Kongres mempertanyakan seorang warga negara biasa karena memiliki kepentingan dalam saham yang sama di mana anggota tersebut juga memiliki kepentingan," kata pengacara Kushner kepada CNN.
Ia mengatakan Kushner tidak terlibat dalam keputusan Phoenix untuk membeli atau menjual aset.
"Jared tidak memiliki peran dalam memutuskan apa yang dibeli atau dijual Phoenix," ujarnya.
Dokumen pengungkapan keuangan terbaru Garcia menunjukkan dana pensiunnya dikelola melalui California Public Employees' Retirement System dan California State Teachers Retirement System. Kedua lembaga tersebut memiliki saham di Phoenix Financial atau Elbit Systems.
Juru bicara Garcia, Sara Guerrero, membantah tudingan tersebut. Ia mengatakan pengacara Kushner hanya berusaha mengalihkan perhatian dari perilaku kliennya.
Menurut Guerrero, Garcia tidak memperdagangkan saham tersebut. Ia juga tidak memiliki kendali atas dana pensiunnya dan tidak dapat memilih saham yang dibeli oleh kedua program tersebut.
"[Kushner] menghasilkan jutaan dolar tanpa pertanggungjawaban, sementara dia melakukan perjalanan ke Timur Tengah atas nama ayah mertuanya," kata Guerrero.
Garcia juga menyoroti potensi konflik kepentingan antara investasi Affinity Partners dan pekerjaan Kushner sebagai utusan perdamaian Timur Tengah untuk pemerintahan Trump.
"Konflik kepentingan yang tampak jelas antara investasi Affinity Partners dan pekerjaan Anda di Timur Tengah, dan khususnya potensi pembuatan kesepakatan yang korup mengingat kepentingan yang saling bertentangan tersebut, menuntut pengawasan dan akuntabilitas dari Kongres," demikian isi surat Garcia.
Pengacara Kushner tidak menanggapi pertanyaan CNN mengenai peran kliennya sebagai negosiator pemerintahan Trump.
Bersambung ke halaman berikutnya...

56 menit yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·