Jakarta, CNN Indonesia --
Lemari es di berbagai supermarket Eropa menjadi target serangan siber.
The Guardian melaporkan bahwa kulkas dan freezer di supermarket-supermarket Swedia, Belgia, Belanda, dan Luksemburg mendadak mengalami kenaikan temperatur hingga produk-produk di dalamnya terpaksa dibuang.
Jaringan supermarket Coop di Swedia mengatakan kepada harian Aftonbladet pada Senin (1/11) bahwa bahwa enam toko mereka terdampak peristiwa ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan ritel Belanda Ahold Dalhaize juga mengatakan kulkas dan freezer di puluhan supermarket mereka di Belgia dan Luksemburg terkena "insiden IT". Juru bicara perusahaan, Sarah De Meester, mengatakan insiden ini kini sedang diinvestigasi.
Bulan lalu, Ahold Dalhaize sempat melaporkan adanya aktivitas serangan siber kepada polisi di Belanda.
Surat kabar Belgia, Le Soir, melaporkan puluhan toko dan supermarket termasuk lima outlet Spar, sejumlah toko swalayan Shop & Go yang terhubung dengan SPBU Q8, serta beberapa minimarket Proxy Delhaize, mengalami peristiwa ini.
"Kami memobilisasi teknisi mulai pukul 01.00 dini hari. Kami menghabiskan semalam untuk memutus sambungan instalasi yang terdampak," kata CEO Sabcobel, Stephan Moelans.
Media-media lokal Irlandia juga melaporkan 13 supermarket SuperValu terdampak peristiwa serupa.
"Insiden ini terbatas pada model pendingin tertentu. Sistem pengawas kami memberi peringatan mengenai ini dan kami langsung mengambil tindakan," kata juru bicara perusahaan.
Peritel disebut telah menarik produk-produk yang ada di kulkas dan freezer sebagai tindakan pencegahan.
"Keamanan konsumen adalah prioritas utama kami, dan konsumen bisa tenang karena produk kami telah disimpan di suhu yang aman," ucapnya, sambil menambahkan bahwa penyelidikan telah dimulai menyusul peristiwa ini.
Insiden yang diyakini serangan siber ini terjadi setelah polisi Prancis pada Oktober lalu melaporkan kulkas di 700 supermarket telah diretas. Ini merupakan serangan skala besar yang menyebabkan kerugian gila-gilaan pada makanan dingin dan beku di Prancis, serta menggarisbawahi kerentanan sistem yang terhubung ke internet.
Peretas mengubah pengaturan pada ribuan freezer, kulkas, dan chiller dari jarak jauh, menaikkan suhunya dari serendah -27 derajat Celsius menjadi lebih dari 50 derajat Celsius.
Jaringan supermarket Intermarché, Coopérative U, Carrefour, Leclerc, dan Monoprix termasuk di antara yang terdampak. Karena insiden ini, toko-toko terpaksa membuang sejumlah besar daging, susu, dan produk-produk beku, dengan kerugian ditaksir mulai dari puluhan ribu euro hingga lebih dari €130.000.
Dua toko di Alsace melaporkan kerugian hingga €270.000.
Pada akhir Oktober, empat pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan kepada Reuters bahwa freezer di berbagai pangkalan militer AS mengalami malfungsi pada Agustus lalu. Setidaknya enam komisariat terdampak peristiwa ini.
Pentagon menduga insiden misterius itu peretasan yang sama yang dialami Prancis.
(blq/dna)

54 menit yang lalu
3





English (US) ·
Indonesian (ID) ·