Tentara Israel Jarah Barang Milik Warga Lebanon, dari Lukisan Sampai Sepeda Motor

2 jam yang lalu 4

Warga membersihkan puing-puing dari bangunan mereka yang rusak setelah kembali ke Kota Nabatieh, Lebanon selatan, pada 18 April 2026. Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari, yang mulai berlaku pada tengah malam tanggal 16 April.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV --  Tentara Israel telah menjarah harta benda warga sipil dalam skala besar dari rumah-rumah dan bisnis di Lebanon selatan. Penjarahan itu bahkan dilakukan sepengetahuan komandan mereka. Demikian dilaporkan Haaretz pada Kamis.

Para tentara dan perwira menggambarkan pencurian barang-barang yang meluas dan rutin, termasuk sepeda motor, televisi, lukisan, sofa, dan karpet.

Menurut penuturan saksi, meskipun menyadari praktik tersebut, baik komandan senior maupun junior sebagian besar gagal mengambil tindakan disiplin untuk menghentikannya.

Saat pasukan Israel meninggalkan Lebanon, para tentara itu secara terbuka memuat barang curian ke kendaraan mereka tanpa berusaha menyembunyikannya.

“Ini dalam skala yang gila,” kata seorang tentara.

“Siapa pun yang mengambil sesuatu – televisi, rokok, peralatan, apa pun – segera memasukkannya ke dalam kendaraan mereka atau meninggalkannya di samping. Itu tidak disembunyikan. Semua orang melihatnya dan memahaminya.”

Para prajurit mengatakan bahwa para komandan cenderung menutup mata atau menyuarakan penentangan tanpa mengambil tindakan tegas.

“Di unit kami, mereka bahkan tidak berkomentar atau marah. Komandan batalion dan brigade tahu segalanya,” kata salah seorang prajurit.

Baca Artikel Selengkapnya