Temui Min Aung Hlaing, Menlu RI Serukan Perdamaian di Myanmar

14 jam yang lalu 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono bertemu dengan Presiden Myanmar Min Aung Hlaing di Napyidaw pada Senin (8/6).

Dalam pertemuan tersebut, Sugiono menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan komitmen Indonesia mendukung terciptanya perdamaian yang inklusif dan berkelanjutan di Myanmar.

"Sugiono menyampaikan kesiapan Indonesia untuk bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan di Myanmar guna mendorong dialog dan mendukung upaya penyelesaian konflik secara damai," demikian rilis resmi Kemlu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indonesia, lanjut rilis itu, menegaskan keyakinannya bahwa proses perdamaian yang berkelanjutan perlu bersifat Myanmar-owned dan Myanmar-led, serta menekankan betapa penting implementasi Five-Point Consensus ASEAN sebagai kerangka bersama dalam mendukung penyelesaian situasi di Myanmar.

Kunjungan ini juga mencerminkan solidaritas Indonesia yang selama ini diberikan kepada masyarakat Myanmar melalui berbagai bantuan kemanusiaan, kesehatan, dan penanggulangan bencana, termasuk saat terjadi gempa Myanmar pada 2025.

"Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Indonesia untuk membantu masyarakat Myanmar secara inklusif," lanjut Kemlu.

Selain bertemu Aung Hlaing, Sugiono juga mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Myanmar U Tin Maung Swe.

Kedua Menlu itu membahas isu-isu yang menjadi perhatian bersama di tingkat bilateral maupun kawasan, sekaligus upaya memperkuat kerja sama ekonomi, pendidikan, dan hubungan antar-masyarakat kedua negara.

Bagi Indonesia, Myanmar merupakan bagian dari keluarga besar ASEAN. Oleh karena itu, Indonesia akan terus bekerja sama secara konstruktif dengan Myanmar dan seluruh negara anggota ASEAN untuk mewujudkan kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera.

Kunjungan ini merupakan engagement berkelanjutan negara-negara ASEAN dengan Myanmar dalam mendukung upaya perdamaian dan stabilitas di negara tersebut. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Filipina, Thailand, dan Malaysia telah melakukan kunjungan ke Myanmar.

Indonesia dan Myanmar memiliki hubungan diplomatik yang telah terjalin sejak tahun 1949.

Enam tahun kemudian, kedua negara sama-sama menjadi penggagas Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung yang memperkuat semangat solidaritas, kemerdekaan, dan kerja sama antar negara-negara berkembang. Kedekatan historis tersebut menjadi fondasi bagi penguatan kemitraan Indonesia-Myanmar di masa mendatang.

(isa/dna)

Add as a preferred
source on Google
Baca Artikel Selengkapnya