Jakarta, CNN Indonesia --
Pemilik jaringan restoran di China mendapat pujian di media sosial setelah menghadiahkan mobil BMW baru kepada karyawan berprestasi.
Ia memberikan mobil mewah tersebut karena tidak tega melihat karyawannya berangkat kerja menggunakan sepeda listrik di tengah cuaca dingin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemilik restoran hotpot daging sapi bernama Ma Yanli itu mengajak sejumlah karyawannya mengambil mobil BMW baru pada 24 September.
Ma menjalankan jaringan restoran yang berkantor pusat di Jiaozuo, Provinsi Henan, China bagian tengah.
Menurut laporan Henan TV, Ma membeli mobil-mobil tersebut sekitar dua pekan sebelum penyerahan. Setiap mobil bernilai 300 ribu yuan atau sekitar 803 juta rupiah dan dibayar secara tunai.
Salah satu karyawan penerima hadiah, Li Jie, mengaku tidak menyangka akan mendapatkan mobil mewah tersebut.
"Saya sangat gembira! Saya tidak berani memikirkan hal ini sebelumnya," kata Li, seperti dilaporkan South China Morning Post.
Li mengatakan Ma baru memberitahunya tentang hadiah tersebut ketika mereka dalam perjalanan menuju showroom BMW. Saat itu, Ma hanya mengatakan akan memberikan "hadiah berupa mainan besar."
Sebuah BMW putih kemudian didaftarkan atas nama Li pada hari yang sama. Li tidak perlu mengeluarkan uang untuk mendapatkan mobil tersebut. Ma juga tidak meminta Li menandatangani perjanjian sebagai syarat menerima hadiah.
Ma mengungkapkan, ide memberikan mobil kepada karyawan muncul pada musim dingin tahun lalu. Saat itu, ia melihat Li tiba di restoran menggunakan sepeda listrik dengan kondisi tubuh menggigil akibat cuaca dingin.
Li, yang telah bekerja di restoran tersebut selama delapan tahun, terlihat memiliki wajah memerah, telinga keunguan, dan tangan kaku akibat terpaan angin dingin.
Pemandangan itu membuat Ma merasa iba. Ia membandingkan kondisi Li dengan dirinya yang bisa menikmati kehangatan mobil selama perjalanan menuju tempat kerja.
"Saya berkata pada diri sendiri: Saya bisa duduk di dalam mobil saya dan menikmati kehangatan dan kenyamanan selama perjalanan. Mengapa dia tidak bisa?" kata Ma.
Ma menegaskan, kesuksesan bisnisnya tidak lepas dari kontribusi seluruh karyawan. Karena itu, ia ingin para pekerjanya turut menikmati hasil dari perkembangan perusahaan.
"Saya telah meraih kesuksesan dalam karier saya. Tetapi kemakmuran perusahaan saya adalah hasil dari upaya kolektif seluruh karyawan saya. Jadi saya harus membiarkan para pekerja saya juga mendapatkan manfaat dari kesuksesan perusahaan saya," ujar Ma.
Ma telah berkecimpung di industri katering selama sekitar dua dekade.
Selain Li, karyawan lain bernama Liu Yingying juga menerima mobil BMW berwarna abu-abu.
Liu mengatakan Ma memberikan mobil tersebut sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan kinerjanya selama bekerja.
"Bos saya mengatakan bahwa Anda bekerja keras dan kinerja Anda sangat baik. Anda pantas mendapatkan mobil ini," kata Liu.
Pemberian mobil tersebut bukan kali pertama Ma menunjukkan kemurahan hatinya kepada para karyawan. Saat festival tradisional China, ia biasanya membagikan kebutuhan sehari-hari dan bonus uang tunai kepada para pekerjanya.
Di China, pengusaha yang memberikan hadiah bernilai besar atau menawarkan gaji tinggi kepada karyawan kerap menarik perhatian publik.
Salah satu pengusaha yang dikenal karena kemurahan hatinya adalah ketua Henan Kuangshan Crane Company, Cui Peijun.
Ia mendapat julukan sebagai bos yang gemar membagikan uang karena rutin memberikan bonus dan bantuan finansial kepada para pekerjanya.
Menjelang Festival Musim Semi tahun lalu, Cui membagikan bonus dengan total 180 juta yuan atau sekitar 481 miliar rupiah kepada karyawan. Jumlah tersebut setara dengan dua pertiga keuntungan perusahaan pada tahun sebelumnya.
Cui juga memberikan 800 yuan kepada masing-masing dari 2.000 karyawan perempuannya setiap Hari Perempuan Internasional.
Selain itu, setiap Agustus, ia memberikan bantuan sebesar 1.000 yuan kepada pekerja dari daerah pedesaan. Bantuan yang disebut sebagai "subsidi mesin pemanen padi" tersebut bertujuan membantu mereka menyewa mesin pemanen untuk mengurus tanaman milik keluarga.
(mge/bac)

1 jam yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·