REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Larangan masuk Israel bagi pilot Indonesia ternyata bagian dari pelarangan luas yang menyasar negara-negara Muslim. Pembatasan baru Israel tersebut—yang diberitakan oleh media Israel dan media investigasi Prancis, Mediapart—mencantumkan 31 negara berpenduduk mayoritas Muslim
Indonesia beserta Aljazair, Tunisia, Iran, Oman, Arab Saudi, Pakistan, dan Niger, termasuk yang warga negaranya tidak lagi diizinkan terbang memasuki wilayah udara Israel.
Menurut penyiar Israel N12, Kementerian Transportasi dan Keselamatan Jalan Raya Israel pada 1 Oktober memberitahukan kepada maskapai penerbangan asing bahwa pilot dan awak kabin yang mengoperasikan penerbangan ke wilayah udara Israel tidak boleh memiliki kewarganegaraan—atau kewarganegaraan ganda—dari negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Arahan tersebut dikeluarkan sehari setelah seorang kopilot asal Oman diduga berupaya membajak penerbangan Flydubai dari Dubai ke Tel Aviv dan menabrakkannya ke Bandara Ben Gurion Israel pada 30 September, menurut otoritas Uni Emirat Arab dan Israel. Kopilot tersebut dituduh menyerang pilot pesawat yang berkebangsaan India, yang kini sedang dalam masa pemulihan di rumah sakit.
Arahan Israel tersebut dapat berdampak pada puluhan maskapai penerbangan yang terbang menuju, dari, atau melintasi wilayah udara negara itu. Aljazeera telah menghubungi Kementerian Transportasi Israel untuk meminta tanggapan, namun belum menerima jawaban hingga berita ini diterbitkan.
Aljazeera juga menghubungi 15 maskapai penerbangan internasional utama yang melayani penerbangan ke Israel untuk menanyakan apakah mereka telah menerima arahan tersebut dan mengubah penugasan awak pesawat sebagai tindak lanjutnya.
Smartwings, maskapai penerbangan terbesar asal Ceko, mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima arahan baru dari Israel tersebut. Meskipun menyatakan bahwa operasional mereka saat ini tidak terdampak, pihak maskapai menambahkan bahwa mereka akan mematuhi pembatasan yang ditetapkan.
"Kami menerima arahan dari otoritas Israel pada bulan September 2026. Kami telah meninjau arahan tersebut secara saksama serta terus memantau dan mematuhi semua ketentuan yang berlaku yang dikeluarkan oleh otoritas terkait. Saat ini, arahan tersebut tidak berdampak pada operasional, prosedur manajemen awak, maupun penugasan anggota awak dalam penerbangan menuju dan dari Israel," ujar Vladimira Dufkova, juru bicara Smartwings, kepada Aljazeera.
United Airlines memberikan tanggapan singkat dengan menyatakan bahwa mereka "tidak memiliki informasi untuk disampaikan". Maskapai asal AS tersebut tidak mengonfirmasi apakah mereka telah menerima arahan Israel itu atau mengambil tindakan terkait arahan tersebut.
Air France telah mengonfirmasi bahwa mereka mematuhi pembatasan baru Israel yang membatasi siapa saja yang boleh terbang ke dan melintasi wilayah udara Israel berdasarkan kewarganegaraan mereka—sebuah kebijakan kontroversial yang menurut sejumlah ahli dapat membuat maskapai tersebut menghadapi gugatan hukum terkait diskriminasi.
Sebuah memo internal yang ditujukan kepada pilot dan awak kabin Air France—yang dilihat oleh Mediapart—memperingatkan bahwa "kegagalan untuk mematuhi arahan ini dapat membuat Air France maupun karyawan yang bersangkutan menghadapi potensi sanksi".
Pembatasan yang dilaporkan tersebut dapat membuat Air France berbenturan dengan hukum ketenagakerjaan Prancis, menurut Clara Gandin, seorang pengacara bidang anti-diskriminasi yang berbasis di Paris.
Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai apakah sebuah maskapai penerbangan dapat mematuhi persyaratan keamanan pemerintah asing sembari mengabaikan kewajibannya terhadap para pekerja.
"Langkah ini didasarkan pada anggapan kolektif yang merupakan bentuk bias diskriminatif: setiap warga negara dari 31 negara tersebut—yang sebagian besar merupakan negara Arab atau berpenduduk mayoritas Muslim—dianggap sebagai potensi ancaman keamanan," ungkap Gandin kepada Aljazeera.
"Staf yang bersangkutan telah diberitahu mengenai peraturan baru yang diterapkan oleh otoritas Israel untuk penerbangan ke Tel Aviv," ujar pihak Air France kepada Aljazeera.

41 menit yang lalu
1





English (US) ·
Indonesian (ID) ·