Susah Payah Perangi Iran, AS Mau Kurangi Pangkalan Militer di Timteng

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pertahanan Amerika Serikat alias Pentagon dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah pasukan di Timur Tengah.

The Washington Post pada Selasa (18/8) melaporkan wacana tersebut mencuat setelah sejumlah fasilitas militer AS rusak imbas serangan Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para pejabat mengindikasikan bahwa beberapa pangkalan kemungkinan juga tidak akan diperbaiki seperti bentuk semula.

Skema ini dipikirkan oleh kantor kebijakan Pentagon. Staf Gabungan dan Komando Pusat AS (CENTCOM) juga disebut meninjau prospek ini.

Menurut salah satu pejabat Pentagon yang tak diidentifikasi, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth belum memerintahkan peninjauan resmi soal ini.

Pertimbangan yang ada saat ini merupakan "perencanaan bijaksana" yang diharapkan dapat membantu memandu keputusan tentang pembangunan kembali pangkalan yang rusak.

CENTCOM, selaku komando militer AS yang bertanggung jawab di Timur Tengah, biasanya menempatkan sekitar 40 ribu prajurit di sekitar 20 situs militer AS yang tersebar dari Yordania hingga Oman.

Sejak awal tahun ini, Washington telah mengerahkan banyak aset militer tambahan ke wilayah Teluk guna mendukung operasinya terhadap Iran. Aset-aset tersebut termasuk kapal perang, pesawat tempur, dan sistem pertahanan udara.

Total, AS telah meluncurkan lebih dari 13 ribu serangan terhadap Iran sejak perang pecah pada Februari.

Iran membalas dengan menargetkan berbagai fasilitas militer AS di negara-negara Teluk.

(isa/bac)

placeholder

Baca Artikel Selengkapnya