Suahasil ungkap empat faktor pendorong PMI Manufaktur ke zona ekspansi

1 jam yang lalu 2
Permintaan dalam negeri menguat, artinya ini menjadi indikasi akan memproduksi barang dan jasa lebih banyak, makanya indeks PMI-nya naik

Jakarta (ANTARA) -

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan empat faktor yang mendorong Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia kembali ke zona ekspansi di level 52,4 pada September 2026.

Faktor pertama yakni peningkatan permintaan yang mendorong aktivitas produksi manufaktur kembali ekspansif.

“Permintaan dalam negeri menguat, artinya ini menjadi indikasi akan memproduksi barang dan jasa lebih banyak, makanya indeks PMI-nya naik,” kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat.

Faktor kedua adalah peningkatan jumlah tenaga kerja dan pesanan yang belum tuntas (backlog).

Ekspansi tenaga kerja dan kenaikan backlog mengindikasikan kebutuhan untuk memenuhi pesanan masih meningkat.

Faktor ketiga peningkatan pembelian dan stok bahan baku (input). Kondisi tersebut terjadi ketika stok barang jadi menurun, sementara indeks waktu pengiriman relatif tidak berubah.

Faktor keempat adalah melandainya tekanan harga.

Suahasil menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan baku dan harga produk keluaran (output) mengalami perlambatan, meskipun tekanan biaya masih berpotensi membayangi aktivitas manufaktur ke depan.

“Tekanan harga relatif melandai, tekanan harga yang relatif melandai ini ada di sebelah kanan. Harga input ada melandai dikit, harga output juga gak melandai. Tapi imbangan ini direspons oleh pengusaha dengan melakukan pembelian dan stok input yang meningkat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menkeu Suahasil menyampaikan bahwa kinerja perdagangan internasional Indonesia juga menunjukkan surplus selama Januari–Agustus 2026 yang tercatat sebesar 7,3 miliar dolar AS.

Menurut dia, nilai ekspor selama periode tersebut mencapai 193,6 miliar dolar AS, sedangkan impor tercatat sebesar 186,4 miliar dolar AS.

Baca juga: Menkeu Suahasil rinci pembagian tugas tiga wamenkeu

Baca juga: Menkeu: Konsumsi perlu tumbuh tinggi guna kejar pertumbuhan 6 persen

Baca juga: Suahasil sebut Danantara tidak setorkan dividen ke APBN 2026 dan 2027

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya