Suahasil: Belajar dari Frans Seda, kredibilitas harus terus dijaga

1 jam yang lalu 2

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa kredibilitas fiskal merupakan fondasi yang harus terus dijaga dari masa ke masa, belajar dari warisan Frans Seda yang pernah menjabat Menteri Keuangan dalam masa-masa sulit pada periode 1966-1968.

Ia menjelaskan, saat itu Frans Seda membawa keluar Indonesia dari hiperinflasi mencapai 650 persen. Kala itu cadangan devisa juga habis, ekspor tertahan, dan utang luar negeri sangat masif, namun dengan tangan dingin Frans Seda, inflasi kemudian bisa menurun secara perlahan hingga ke level 85 persen pada 1968.

“Apa yang sebenarnya beliau lakukan? Saya memahami yang sebenarnya beliau lakukan adalah mengembalikan kredibilitas fiskal di tengah turbulensi,” kata Suahasil dalam pidatonya pada Memorial Lecture di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Kamis.

Pada 1966, jelas Suahasil, Frans Seda menerapkan konsep anggaran berimbang, yakni menyesuaikan belanja terhadap kemampuan negara mengumpulkan pendapatan atau konsolidasi fiskal. Enam puluh tahun kemudian, imbuh dia, konsep ini tetap relevan.

Baca juga: Menkeu sebut dana sekolah negeri gratis dari anggaran pendidikan 2027

“Di dalam episode-episode ini, relevansi kebijakan Pak Frans Seda selama dua tahun menjabat, beliau lakukan apa? Utang direstrukturisasi, ditekan. Anggaran itu harus cukup berimbang. Pada saat itu, belanja negara hampir atau sekitar tiga kali dari penerimaan. Bukan sesuatu yang sehat. Tapi ini yang lalu dilakukan, pengetatan,” jelas dia.

Suahasil menambahkan bahwa yang paling penting adalah keberanian Frans Seda mengambil kebijakan sulit antara lain penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) serta menertibkan anggaran dan sektor perbankan sebagai bagian dari perekonomian.

Dengan keberanian melakukan penertiban belanja dan mengedepankan kredibilitas fiskal, maka hal ini memberi ruang bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menopang ekonomi saat permintaan lemah.

Suahasil mengingatkan bahwa perjalanan ekonomi Indonesia tidak bisa lepas dari perjalanan ekonomi dunia. Dalam hal terjadi gejolak dunia, maka Indonesia harus siap menghadapi situasi tersebut.

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya