Siswa SMA Demo Ngeluh Fasilitas, Bagaimana Kondisi Sekolah di Prancis?

1 jam yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Para pelajar di Prancis menggelar demo menuntut perbaikan sistem pendidikan hingga fasilitas di sekolah yang dinilai tak cukup memadai.

Demonstrasi itu berlangsung sejak pekan lalu dan terjadi di banyak wilayah di Prancis. Namun, unjuk rasa yang mulanya damai diwarnai dengan tindak kekerasan aparat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas menembakkan gas air mata hingga melakukan penangkapan massal.

Terlepas dari itu, bagaimana kondisi sekolah di Prancis sampai banyak pelajar yang mengeluh hingga demonstrasi?

Para pelajar mengatakan sistem pendidikan di Prancis diselimuti ketidaksetaraan, banyak bangunan rusak, ukuran kelas terlalu besar atau sesak, meja dan kursi kurang, hingga tak punya cukup guru.

Beberapa sekolah menengah di Prancis juga bobrok terutama di daerah pinggiran. Video yang direkam pelajar dan pengajar menunjukkan atap sekolah bocor, tikus berkeliaran, lubang tampak di dinding dan langit-langit, toilet rusak, hingga kurang meja dan kursi.

[Gambas:Video CNN]

Di luar itu, jam belajar di Prancis lebih panjang dibanding jam belajar anggota OECD. Para pelajar yang demo mengatakan kegiatan belajar mengajar berlangsung pukul 08.00 hingga 18.00 waktu setempat dengan banyak jeda.

Para guru mengatakan durasi itu terjadi karena perubahan ujian beccalaureate yang memungkinkan lebih banyak pilihan kombinasi mata pelajaran individual.

Selain itu, para pelajar juga mengeluhkan banyak guru absen dan tak ada penggantinya terutama di daerah pinggiran.

Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi Pembangunan (OECD) juga menangkap penggambaran yang sama soal situasi pendidikan di Prancis.

Menurut mereka, anak yang lahir dan sekolah di lingkungan miskin Prancis punya peluang lebih kecil untuk keluar dari latar belakang sosial ekonomi dibanding di sebagian besar negara maju lain.

Analis pendidikan Prancis di OECD Éric Charbonnier mengatakan ada kesenjangan antara prestasi siswa paling beruntung dan tidak di sana.

"Dan seringkali pelajar yang kurang beruntung berada di sekolah yang kurang beruntung," kata dia, dikutip The Guardian.

Ini menimbulkan masalah terkait kualitas pembelajaran yang diberikan.

Prancis padahal menggelontorkan banyak dana untuk pendidikan, tapi tak jelas apa yang dibelanjakan dan bagaimana hasilnya.

Pengeluaran Prancis untuk pendidikan menengah atas 28 persen lebih tinggi dari rata-rata anggota OECD. Namun, pengeluaran untuk tingkat pendidikan pertama, termasuk pra-sekolah dan sekolah dasar hanya 11 persen, di bawah rata-rata OECD.

(isa/bac)

Baca Artikel Selengkapnya