Sistem Pertahanan Korkut Sudah Terjual ke-9 Negara, Termasuk Ukraina

1 jam yang lalu 1

Sistem pertahanan Korkut produksi Aselsan Turki.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sistem pertahanan udara otomatis yang mampu menghancurkan drone serang dengan biaya hanya 10 ribu dolar AS atau sekitar Rp 180 juta kini mendorong lonjakan ekspor pertahanan Turki ke negara-negara Teluk dan negara lain seperti Ukraina. Hal itu seiring upaya sejumlah pemerintah mencari cara yang terjangkau untuk menangkal serangan drone dalam jumlah besar.

CEO Aselsan, Ahmet Akyol kepada Financial Times (FT) mengatakan, sistem persenjataan Korkut buatan mereka, mampu menangkal drone "kamikaze" produksi massal (bermodelkan drone Shahed asal Iran). Korkut telah beroperasi di sembilan negara dan berhasil melumpuhkan "ratusan drone".

Akyol menyampaikan, sistem Korkut juga telah digunakan di Ukraina. Konfirmasi itu tergolong langka mengingat upaya Ankara untuk tetap menjaga hubungan baik dengan Moskow maupun Kyiv selama perang Rusia-Ukraina.

Menurut Akyol, sistem seperti Korkut merupakan "cara paling layak untuk melumpuhkan drone, baik dari segi efektivitas maupun biaya". Berkat "efisiensi dan keberhasilan operasional" tersebut, Korkut kini telah digunakan di "sembilan negara... termasuk beberapa negara Teluk dan negara-negara Eropa Timur seperti Ukraina."

Di sisi lain, Angkatan Udara Ukraina mengonfirmasi kepada FT bahwa salah satu unit militer mereka telah dilengkapi dengan sejumlah sistem Korkut (jumlah pastinya tidak diungkapkan). Aspek ekonomi dalam pertahanan udara menjadi semakin krusial seiring dengan maraknya penggunaan drone serang murah oleh Iran, Rusia, serta kelompok militan non-negara seperti Houthi.

Serangan drone dalam jumlah masif dapat melumpuhkan sistem pertahanan udara. Sehingga, hal itu membuka jalan bagi serangan rudal balistik atau rudal jelajah, seperti yang terjadi dalam serangan kelompok Houthi ke Bandara Riyadh, Arab Saudi baru-baru ini.

Baca Artikel Selengkapnya