Jakarta (ANTARA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan bahwa sistem infrastruktur dan peraturan di BEI, telah siap untuk menghadapi gejolak pasar saham akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.
Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik memastikan bahwa volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) disebabkan oleh gejolak di tingkat global, yang juga terjadi pada Bursa saham global.
“Kalau kita lihat kan memang faktor eksternal yang sedang terjadi ini menimbulkan ketidakpastian yang sangat tinggi. Tidak hanya di pasar kita, tetapi juga di global market,” ujarnya ditemui seusai acara "Empowering Sharia Investment Journey with IDX Mobile Sharia" di Gedung BEI, Jakarta, Senin.
Jeffrey menjelaskan, gejolak pasar saham Indonesia yang terjadi kali ini, polanya cenderung sama dengan gejolak pasar yang pernah terjadi pada April 2025 lalu.
Baca juga: IHSG ditutup melemah seiring kekhawatiran inflasi energi global
Ia mengingatkan, bahwa gejolak pada April tahun lalu disebabkan oleh kebijakan tarif resiprokal Presiden AS Donald Trump, yang memberikan tekanan besar terhadap pasar saham, utamanya emerging market termasuk Indonesia.
“Tetapi. kalau kita bandingkan dengan fenomena yang terjadi tahun lalu di bulan April, di mana AS juga mengeluarkan kebijakan yang tidak diantisipasi oleh publik pada saat itu, itu juga mengakibatkan penurunan pasar yang sangat tajam,” ujarnya.
Menurutnya, tekanan terhadap pasar saham Indonesia pada tahun lalu cenderung lebih buruk dibandingkan kondisi saat ini.
Dalam kesempatan ini, dia memastikan infrastruktur dan regulasi pasar modal Indonesia telah siap untuk menghadapi tekanan yang terjadi akibat gejolak ekonomi maupun politik.
Baca juga: IHSG turun 4 persen, investor "risk off" imbas lonjakan harga minyak
“Pada saat itu apa yang kita alami lebih buruk dalam konteks pasar daripada hari ini. Jadi oleh karena itu, sistem infrastruktur dan peraturan di bursa kita sudah siap untuk menghadapi dinamika pasar yang sedang ada,” ujar Jeffrey.
Data penutupan perdagangan BEI pada Senin (9/3) sore, IHSG ditutup melemah 248,32 poin atau 3,27 persen ke posisi 7.337,37.
IHSG sempat turun hingga 421,82 poin atau 5,56 persen ke level 7.163,86 pada perdagangan hari ini, pukul 09.12 WIB.
Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 2.892,10 poin atau 5,20 persen ke 56,728,69, indeks Shanghai melemah 27,58 poin atau 0,67 persen ke 4.096,60, indeks Hang Seng melemah 348,82 poin atau 1,35 persen ke 25.408,46, dan indeks Strait Times melemah 91,64 poin atau 1,89 persen ke 4.756,60.
Baca juga: IHSG Senin dibuka melemah 211,38 poin ke 7.374,31
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·