Siapa Ben Gvir yang Injak-Injak Relawan Global Sumud?

53 menit yang lalu 2

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir, dikelilingi oleh petugas keamanan, di Gerbang Damaskus, Masjid al-Aqsa.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Video yang diunggah Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel Itamar ben Gvir menunjukkan penganiayaan peserta Global Sumud Flotilla yang diculik Israel memicu kemarahan dunia. Siapa sebenarnya tokoh sayap kanan Israel itu?

Nama Itamar ben Gvir belakangan mulai naik daun seturut penerobosan berulang kalinya ke Masjid al-Aqsa, baik sebagai politikus maupun menteri. ia bernafsu menghancurkan situs-situs Muslim di sana dan menggantikannya dengan bangunan Yahudi.

Sejak terpilih sebagai menteri pada 2022, pria berusia 50 tahun itu semakin sering melakukan aksi itu. Provokasinya tersebut jadi salah satu alasan kelompok perlawanan Palestina melancarkan serangan ke Israel pada 7 Oktober 2023. 

Bagaimanapun, jejak ekstremisme Ben Gvir jauh lebih lama mengakar. Ben-Gvir telah dihukum delapan kali karena pelanggaran yang mencakup rasisme dan mendukung organisasi teroris. Tentara melarangnya melakukan wajib militer ketika ia masih remaja, karena menganggap pandangannya terlalu ekstrem.

Ben-Gvir mendapatkan ketenaran di masa mudanya sebagai pengikut mendiang rabi radikal Meir Kahane. Ia pertama kali menjadi tokoh nasional ketika ia memecahkan hiasan kap mobil Perdana Menteri Yitzhak Rabin pada tahun 1995.

“Kami mendatangi mobilnya, dan kami akan menemuinya juga,” katanya, hanya beberapa minggu sebelum Rabin dibunuh oleh ekstremis Yahudi yang menentang upaya perdamaiannya dengan Palestina.

Kondisi para peserta Global Sumud Flotilla yang diculik Israel setibanya di Pelabuhan Ashdod, Rabu (20/5/2026).

Dua tahun kemudian, Ben-Gvir mengambil tanggung jawab untuk mengatur kampanye protes, termasuk ancaman pembunuhan, yang memaksa penyanyi Irlandia Sinead O’Connor membatalkan konser perdamaian di Yerusalem.

Kebangkitan politik Ben-Gvir adalah puncak dari upaya bertahun-tahun anggota parlemen yang paham media untuk mendapatkan legitimasi. Namun hal ini juga mencerminkan pergeseran pemilih ke sayap kanan di Israel yang membawa ideologi agama dan ultranasionalisnya ke dalam arus utama dan menghilangkan harapan bagi kemerdekaan Palestina.

Ben-Gvir dilatih sebagai pengacara dan memperoleh pengakuan sebagai pengacara pembela yang sukses bagi ekstremis Yahudi yang dituduh melakukan kekerasan terhadap warga Palestina.

Baca Artikel Selengkapnya