Senator AS Ungkap Sudah Diinfo Rencana ‘Gila’ Perang Baru Terhadap Iran, Trump akan Gunakan Nuklir?

47 menit yang lalu 1

Warga Iran berjalan melewati papan reklame anti-Trump di sebuah jalan di Teheran, Iran, pada 23 September 2026.

WASHINGTON -- Senator Amerika Serikat (AS) Chris Murphy mengatakan dia telah diberikan taklimat soal rencana AS untuk memulai kembali perang terhadap Iran, dengan menyebut rencana itu "gila" dan mengatakan itu akan menuju pada sebuah "eskalasi yang menghancurkan".

"Anda telah mendengar sebuah pratinjau dan itu akan sebuah rencana berdurasi singkat. Saya akan mengatakan ini: rencana mereka itu gula," kata Murphy berbicara dalam sebuah acara yang diadakan oleh Middle East Intitute di Washington, DC  dikutip Middle East Eye, Rabu (29/10/2026).

"Itu akan menuju pada eskalasi menghancurkan dan kemungkinan kehancuran dari komitmen kita terhadap aturan hukum," kata Murphy menambahkan. 

Murphy membuat pernyataan itu setelah media AS melaporkan bahwa beberapa negara Teluk telah diminta oleh AS untuk bersiap untuk sebuah aksi militer yang intens dan singkat terhadap Iran setelah pemilu sela pada 3 November 2026. 

Menurut laporan Wall Street Journal (WSJ), peringatan kepada negara-negara Teluk yang diberikan kewat saluran diplomatik dan militer adalah indikasi terbaru bahwa AS dan Israel menyiapkan sebuah rangkaian serangan baru terhadap Iran, sebagainupaya untuk melemahkan Teheran dan memaksa mereka kembali bernegosiasi. 

"Terdapat laporan sebagaimana yang kita mungkin rencanakan dan infrastruktur yang kita targetkan," kata Murphy. 

"Mereka telah diminta oleh presiden untuk membuat sebuah rencana, apakah mereka yakin itu akan berhasil atau tidak. Tapi rencana yang telah mereka buat akan mengakibatkan, dalam pandangan saya, kepada sebuah perpanjangan dan eskalasi dari perang ini akan mengahancurkan kepentingan keamanan kita," kata Murphy.

"Kita melihat presiden bersiap untuk kampanye militer yang mematikan lainnya setelah pemilu, sama ilegalnya seperti yang pertama, di mana warga Amerika sudah muak dengan perang ini."

Baca Artikel Selengkapnya