Bekasi, NU Online
Karyawan Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna, ditemukan wafat setelah sebelumnya sempat dikabarkan hilang pascakecelakaan kereta api di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Kabar duka ini meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan kerabat.
Pantauan NU Online di kediaman Ain, Griya Asri 2 Blok H, Tambun Selatan, Bekasi, Selasa (28/4/2026) pukul 16.00 WIB, sejumlah tetangga tampak menyiapkan tenda dan datang bertakziah. Pihak keluarga juga masih menunggu kedatangan jenazah dari RS Kramat Jati.
Ain (32), sapaan akrabnya, dikenal sebagai pribadi pendiam dan pekerja keras. Anak pertama dari tiga bersaudara itu selama ini turut membantu perekonomian keluarga dan setiap hari berangkat bekerja menggunakan commuter line.
"Iya biasanya kan malam pulang, ini enggak. Pak RT sama bapaknya nyari katanya ada kecelakaan kereta. Siang tadi baru dapat kabar," kata Juju saat ditemui NU Online, Selasa (28/4/2026).
Salah seorang karyawan Kompas TV mengatakan, Ain merupakan sosok yang kerap membantu proses produksi, termasuk dalam penyiaran berita dan program Kompas Petang.
"Ain juga membantu program Kompas Petang, Senin kemarin," katanya.
Sebelumnya, Kompas TV menyebut Ainia belum berhasil dihubungi keluarganya dan namanya belum terdata di sejumlah rumah sakit di sekitar lokasi kejadian. Ia diketahui berdomisili di wilayah Tambun Selatan, Bekasi.
"Kami memohon bantuan Sahabat Kompas TV dan masyarakat luas untuk memberikan informasi terkait keberadaan rekan kami, Nur Ainia Eka Rahmadhynna (Ain), yang dilaporkan hilang kontak pascakecelakaan kereta di area Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026,” tulis Kompas TV melalui Instagram-nya.
Sebagai informasi, kecelakaan kereta api tersebut terjadi ketika KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya menabrak satu unit KRL di emplasemen Stasiun Bekasi Timur. Insiden itu terjadi pada Senin malam sekitar pukul 20.52 WIB.
Akibat benturan tersebut, lokomotif KA Argo Bromo Anggrek merangsek masuk ke gerbong KRL yang ditabraknya. Sejumlah korban dilaporkan terhimpit material gerbong dan lokomotif.
Belasan korban tewas telah terkonfirmasi hingga Selasa (28/4/2026) siang, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Menurut Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, penyebab kecelakaan hingga kini belum dapat dipastikan karena proses evakuasi masih berlangsung hingga Selasa siang. Investigasi penyebab insiden, kata Dudy, akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Kami menyerahkannya kepada KNKT agar dapat ditelusuri secara lebih mendalam," ujar Dudy.

2 jam yang lalu
1





English (US) ·
Indonesian (ID) ·