PBB (ANTARA) - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres sangat prihatin atas meningkatnya pertempuran di Yaman dan mengutuk serangan-serangan yang dilancarkan Houthi, kata seorang juru bicara (jubir) PBB pada Senin (5/10).
"Sekjen PBB mengharapkan pihak-pihak yang bertikai meredakan ketegangan, dan dia terus berharap demikian," ujar Farhan Haq, wakil jubir Guterres.
Farhan Haq menambahkan bahwa Guterres tidak yakin bahwa militerisasi lebih lanjut dalam konflik tersebut, termasuk keterlibatan kekuatan pihak lain, akan bermanfaat.
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan bahwa lebih dari 180.000 orang telah mengungsi sejak 1 Agustus.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan bahwa PBB dan para mitranya terus mendukung respons kemanusiaan di mana pun kondisi memungkinkan, seiring meningkatnya eskalasi pertempuran yang menyebabkan lebih banyak korban warga sipil.
Sejak awal Agustus lalu, sedikitnya 46 warga sipil tewas, 24 di antaranya anak-anak, dan lebih dari 130 orang lainnya terluka, termasuk 84 perempuan dan anak-anak, demikian disampaikan OCHA dengan mengutip Kantor Hak Asasi Manusia PBB.
Menurut OCHA, para mitra kemanusiaan melaporkan kerusakan pada infrastruktur sipil, termasuk rumah dan lahan pertanian, serta fasilitas kesehatan, air, dan pendidikan.
"OCHA terus mengevaluasi kebutuhan masyarakat dan dampak dari pertempuran tersebut," imbuh kantor PBB tersebut.
Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·