Sekjen PBB serukan gencatan senjata permanen di Gaza

57 menit yang lalu 3

PBB (ANTARA) - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Senin (5/10) menyerukan gencatan senjata permanen di Gaza menjelang peringatan tiga tahun serangan 7 Oktober 2023.

Kengerian serangan tersebut tidak boleh terulang, dan pertempuran yang terjadi setelahnya di Gaza harus diakhiri, kata Guterres dalam pesan yang menandai peringatan tiga tahun tersebut.

Pada 7 Oktober 2023, kelompok militan Palestina Hamas menyerang Israel dari Gaza, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 orang. Israel membalas dengan melancarkan perang terhadap Hamas di Gaza yang menewaskan setidaknya 74.000 warga Palestina.

"Pertempuran dahsyat yang terjadi setelah (serangan itu) telah menimbulkan penderitaan yang tak terkira bagi warga Palestina di Gaza, termasuk korban jiwa yang sangat besar, pengungsian, dan kehancuran. Warga sipil terus mengalami kondisi yang tak tertahankan. Penderitaan mereka pun menuntut untuk diakhiri, sekarang," kata sang sekjen PBB.

Gencatan senjata yang dicapai tahun lalu telah membawa sedikit kelegaan. Namun, gencatan senjata tersebut belum mampu memberikan keamanan, bantuan kemanusiaan yang memadai, atau jalur yang kredibel menuju pemulihan dan perdamaian, ungkapnya.

"Saya mendesak semua pihak untuk melaksanakan komitmen mereka sepenuhnya dan melangkah ke fase berikutnya dari gencatan senjata," kata Guterres. "Sudah waktunya gencatan senjata ini menjadi permanen. Sudah waktunya untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan dalam skala besar. Dan sudah waktunya untuk menghormati hukum internasional."

Dia mengatakan bahwa perlu dibangun jalur politik menuju perdamaian yang langgeng di seluruh kawasan, sembari menambahkan bahwa PBB tetap teguh dalam komitmennya terhadap hal-hal mendesak tersebut.

"Semoga peringatan ini tidak hanya menandai satu tahun berkabung lagi, tetapi juga tekad baru untuk membangun masa depan yang berbeda: masa depan di mana warga Israel dan Palestina dapat hidup berdampingan dalam perdamaian dan keamanan, dengan hak, martabat, dan aspirasi mereka terpenuhi," ujar Guterres.

Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya