Jakarta, NU Online
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menegaskan Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, harus tetap terintegrasi secara politik, ekonomi, dan teritorial di bawah satu pemerintahan Palestina yang sah.
“Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, harus tetap terintegrasi secara politik, ekonomi, dan teritorial di bawah satu pemerintahan Palestina yang sah,” kata Guterres dalam pidatonya yang dikutip dari Youtube UN pada Rabu (23/9/2026).
Menurut Guterres, tujuan penyelesaian konflik Israel-Palestina sudah jelas, yakni terbentuknya dua negara yang merdeka, berdaulat, dan demokratis. Israel dan Palestina diharapkan dapat hidup berdampingan secara damai dan aman dengan batas-batas yang diakui.
Ia menyebut solusi tersebut harus didasarkan pada garis perbatasan sebelum 1967, dengan Yerusalem menjadi ibu kota bagi kedua negara.
“Tidak ada alternatif lain. Dan waktu terus berjalan,” ujar Guterres.
Soroti Situasi Tepi Barat
Guterres juga memperingatkan bahwa perkembangan di Tepi Barat dapat semakin menjauhkan prospek perdamaian. Ia menyoroti kekerasan, perpindahan penduduk, serta perluasan permukiman Israel di wilayah pendudukan tersebut.
“Kekerasan, perpindahan penduduk, dan perluasan permukiman oleh Israel di Tepi Barat yang diduduki sedang membuldoser jalan menuju perdamaian dan meningkatkan bayang-bayang pembersihan etnis,” ujar Guterres.
Guterres menyerukan agar komunitas internasional tidak membiarkan solusi dua negara hilang di tengah perkembangan tersebut.
“Kita tidak dapat membiarkan solusi dua negara menghilang di depan mata kita,” katanya.
PBB sebelumnya juga menegaskan bahwa pemulihan Gaza perlu berjalan seiring dengan tujuan politik yang menyatukan Gaza dan Tepi Barat di bawah satu pemerintahan Palestina yang sah dan berdaulat.

1 jam yang lalu
2



English (US) ·
Indonesian (ID) ·