Sejarah Baru: Pemimpin Negara Bagian Jerman ini Pertama Kali Kunjungi Turki

44 menit yang lalu 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perdana Menteri (setingkat dengan gubernur provinsi) North Rhine-Westphalia Hendrik Wust menyerukan pembukaan “babak baru” dalam hubungan Jerman dan Turki. Seruan itu disampaikan ketika politikus konservatif Jerman tersebut memulai kunjungan tiga hari ke Turki sejak Senin (28/9/2026), membawa agenda politik, ekonomi, dan penguatan hubungan masyarakat kedua negara.

Kunjungan Wust memiliki bobot tersendiri. North Rhine-Westphalia bukan hanya negara bagian dengan penduduk terbanyak di Jerman, tetapi juga menjadi rumah bagi sekitar sepertiga warga keturunan Turki yang tinggal di negara tersebut.

Wust tiba di Ankara dengan membawa delegasi besar yang melibatkan para perwakilan senior dunia usaha. Tak lama setelah mendarat di ibu kota Turki itu, ia diterima Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Pertemuan tersebut berlangsung ketika hubungan Jerman dan Turki memiliki kepentingan yang semakin berkelindan. Selain menjadi mitra dalam berbagai persoalan regional, kedua negara dihubungkan oleh jutaan warga keturunan Turki yang telah menjadi bagian dari kehidupan sosial, ekonomi, dan politik Jerman selama beberapa generasi.

Momentum kunjungan Wust juga bertepatan dengan peringatan 65 tahun perjanjian perekrutan tenaga kerja Jerman-Turki pada 1961. Kesepakatan itulah yang membuka jalan bagi kedatangan para pekerja Turki yang ketika itu dikenal sebagai “pekerja tamu” atau Gastarbeiter ke Jerman Barat.

Enam setengah dekade kemudian, jejak migrasi tersebut telah mengubah wajah masyarakat Jerman. Berdasarkan data Kantor Statistik Federal Jerman yang dikutip dalam laporan tersebut, sekitar tiga juta orang keturunan Turki kini tinggal di Jerman dan sedikit lebih dari separuhnya telah memegang kewarganegaraan Jerman.

North Rhine-Westphalia menjadi salah satu pusat terbesar komunitas tersebut. Wust menegaskan warga keturunan Turki bukan kelompok yang berada di luar kehidupan masyarakat negara bagiannya. “Mereka secara alami merupakan bagian dari negara bagian kami,” kata Wust.

Kunjungan kali ini sekaligus mencatat sejarah tersendiri karena Wust menjadi perdana menteri North Rhine-Westphalia pertama yang melakukan kunjungan resmi ke Turki. Kedekatan demografis itu pula yang ingin diterjemahkannya menjadi hubungan ekonomi dan politik yang lebih kuat.

“Tidak ada wilayah [di Jerman] yang memiliki hubungan sedekat North Rhine-Westphalia dengan Turki, baik secara sosial maupun ekonomi,” ujar Wust menjelang keberangkatannya.

Agenda kunjungan menunjukkan ekonomi menjadi salah satu tumpuan pendekatan tersebut. Pada hari pertamanya di Ankara, Wust dijadwalkan mengunjungi fasilitas Henkel, perusahaan yang berbasis di Düsseldorf, sebelum bertemu dengan sejumlah perwakilan dunia usaha Turki.

Ia juga dijadwalkan mengunjungi mausoleum Mustafa Kemal Atatürk, pendiri Republik Turki modern. Setelah rangkaian kegiatan di Ankara, Wust dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Istanbul.

Pada Selasa (29/9/2026), Wust dijadwalkan menggelar sejumlah pertemuan politik di Ankara sebelum bertolak ke Istanbul. Di kota terbesar Turki tersebut, agendanya mencakup konferensi bisnis yang mempertemukan kepentingan ekonomi kedua negara.

Namun, kunjungan itu tidak semata berbicara mengenai perdagangan dan investasi. Dimensi sosial dan hubungan antarmasyarakat juga mendapatkan tempat penting dalam agenda Wust.

Baca Artikel Selengkapnya