Sebagian Besar Massa Aksi Indonesia Sadar Tertahan TNI-Polri

2 jam yang lalu 1

Jakarta, NU Online

Sejumlah massa aksi Indonesia Sadar berhasil mencapai kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada Rabu (28/10/2026). Massa terbagi menjadi tiga kelompok yang berkumpul di sejumlah titik di sekitar kawasan tersebut.

Kelompok pertama berkumpul menghadap langsung ke Bundaran HI. Kelompok kedua, yang berjumlah lebih sedikit, berada di depan Halte Tosari. Di lokasi ini, salah seorang peserta aksi menyuarakan keresahannya terhadap kondisi masyarakat yang dinilai semakin sulit di negeri sendiri.

“Kita dibikin sulit, dibikin susah, dibikin sengsara di tanah air kita sendiri. Di undang-undang pun bahwa seluruh isi alam yang ada di muka bumi Indonesia milik rakyat, bukan milik mereka, teman-teman. Sudah saatnya kita bongkar mereka,” katanya.

Seruan tersebut kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Bongkar karya Iwan Fals. Sejumlah peserta aksi lainnya turut menyanyikan lagu tersebut.

“Kalau cinta sudah dibuang, jangan harap keadilan akan datang. Wo o yao ya o ya bongkar,” ujarnya.

Sementara itu, kelompok ketiga berkumpul di samping Halte Tosari. Mereka terus meneriakkan yel-yel untuk membangkitkan semangat peserta aksi.

Berdasarkan pantauan NU Online, aparat TNI-Polri menghadang pergerakan massa. Akibatnya, peserta aksi terbagi menjadi dua kelompok, yakni massa yang berhasil mencapai Bundaran HI dan massa yang tertahan di sekitar Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

Massa yang tertahan menghadapi pengamanan berlapis dari aparat. Sekitar 200 meter dari lokasi tersebut, sejumlah aparat bersenjata dan berperlengkapan lengkap tampak bersiaga di Jalan Batu Raja, Jakarta Pusat. Di lokasi itu juga terlihat kendaraan meriam air (water cannon) dan aparat yang dilengkapi gas air mata.

Tidak jauh dari lokasi tersebut, dua anggota polisi tampak menghadang pejalan kaki yang hendak memasuki kawasan Bundaran HI. Pantauan NU Online menunjukkan sempat terjadi cekcok antara petugas, pejalan kaki, dan massa aksi.

Sejumlah pejalan kaki mengaku terganggu karena harus mencari jalur alternatif. Sementara itu, massa aksi mengalami kesulitan untuk kembali ke titik aksi.

“Apa dasar Bapak melarang kami melintas?” tanya seorang pria berbaju putih.

“Di sana kurang kondusif, sempat ada kericuhan,” jawab polisi tersebut sembari mengulurkan tangan untuk menghalangi.

Meski demikian, sejumlah pejalan kaki lainnya terus mendesak polisi agar membuka akses jalan.

Adapun lima tuntutan Indonesia Sadar adalah sebagai berikut:

  1. Menetapkan status bencana nasional, mengadili korporasi, menetapkan pihak yang bertanggung jawab, dan menuntaskan integrasi tata kelola lahan.​​​​​​
  2. Mewujudkan APBN untuk kepentingan rakyat serta menghentikan pemborosan anggaran untuk kepentingan politik berkedok program populis, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
  3. Menurunkan biaya pendidikan, memberikan akses layanan dasar yang merata, dan menyediakan lapangan pekerjaan yang berkualitas.
  4. Menghentikan penggunaan hukum untuk penyalahgunaan kekuasaan serta memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
  5. Mengembalikan kebebasan bersuara, mengadili pelanggar hak asasi manusia (HAM), dan menghentikan militerisasi ruang sipil.
Baca Artikel Selengkapnya