SBN dan SRBI topang arus modal masuk Rp126 triliun

1 jam yang lalu 1
Ini adalah inflow yang baik, namun kita tetap menginginkan bahwa pasar saham kita itu diperbaiki

Jakarta (ANTARA) - Arus modal masuk ke Indonesia dalam bentuk investasi portofolio mencapai sekitar Rp126 triliun sepanjang Januari hingga akhir Oktober 2026, yang ditopang Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, menjelaskan, aliran modal yang dilaporkannya kepada Presiden Prabowo Subianto itu masih diminati sehingga mampu mendatangkan modal ke dalam negeri.

Namun kondisi berbeda terjadi di pasar saham, di mana sejak awal tahun masih mencatat arus modal keluar seiring berbagai perkembangan yang terjadi.

"Ini adalah inflow yang baik, namun kita tetap menginginkan bahwa pasar saham kita itu diperbaiki," ucap Suahasil.

Pemerintah berharap kinerja pasar saham membaik dan ikut menarik modal masuk. Dengan demikian, pasar saham bersama SBN dan SRBI dapat menjadi daya tarik bagi pemodal untuk berinvestasi di Indonesia.

Meski begitu, Suahasil menegaskan, yang lebih penting sebenarnya adalah penanaman modal asing langsung (foreign direct investment/FDI), yakni investasi pada proyek-proyek di Indonesia.

Ia juga mencermati imbal hasil (yield) SBN yang mulai meningkat. Kenaikan itu dipicu faktor dari luar negeri, antara lain harga minyak dunia yang sempat mencapai 113 dolar AS hingga 114 dolar AS per barel.

Menurut Suahasil, perkembangan harga minyak tersebut menuntut pemerintah bersiap siaga dalam mengelola APBN.

Baca juga: Menkeu: Tak ada kebijakan tarik PPN otomatis dari transfer bank

Baca juga: KSSK sebut asing masih minati SBN, pembelian tembus Rp28,79 triliun

Pewarta: Aditya Ramadhan, Fathur Rochman
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya