Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menuduh Iran mengompori kelompok milisi Houthi untuk terus menyerang Riyadh.
Wakil Menteri untuk Diplomasi Publik Saudi Rayed Krimly mengatakan Iran terus mempersenjatai dan melatih anggota Houthi saat kelompok tersebut gencar-gencarnya menyerang Saudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iran terus mempersenjatai, melatih, dan mendukung milisi Houthi, yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB," kata Krimly dalam jumpa pers virtual pada Kamis (15/10), seperti dikutip AFP.
"Kami berpendapat bahwa eskalasi yang dilakukan kelompok Houthi pada konflik saat ini didorong oleh Iran," lanjutnya.
Arab Saudi diserang habis-habisan oleh Houthi sejak beberapa waktu terakhir. Konflik keduanya kembali meletus pasca insiden di bandara Sanaa, Yaman, pada 13 Juli lalu.
Pada akhir pekan lalu, serangan Houthi di Bandara Internasional King Khalid Riyadh menjadi yang paling mematikan di Saudi dalam satu dekade lebih.
Tiga belas orang meninggal dunia dan lebih dari 300 orang luka-luka. Korban termasuk jemaah umrah dan warga asing.
Krimly mengatakan pihaknya sudah mengajukan pembicaraan saat konflik memanas, dengan mengusulkan Oman sebagai tuan rumahnya. Namun, Houthi menolak.
"Pada awal eskalasi, kami meminta mereka untuk bertemu di Muscat, Oman, tapi mereka menolak," ucapnya.
"Itu adalah komunikasi terakhir yang terjadi beberapa minggu lalu," tambahnya.
Konflik antara Saudi dan Houthi pada dasarnya bermula setelah Riyadh mengintervensi perang saudara Yaman pada 2015 dan mendukung pemerintah Yaman.
Kedua pihak sempat gencatan senjata pada 2022 berkat PBB namun kembali panas setelah insiden pada Juli lalu.
(blq/dna)

49 menit yang lalu
1





English (US) ·
Indonesian (ID) ·