Jakarta (ANTARA) - Pengusaha dan investor Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dapat membantu agen asuransi bekerja lebih efektif diimbangi dengan riset, inovasi, serta etos kerja agar agen mampu menangkap peluang pasar secara optimal.
Menurutnya, kemampuan menjual produk tidak hanya bergantung pada kerja keras, tetapi juga kecakapan memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pemasaran.
“Dengan teknologi, terutama AI, kita dipermudah. Use your brain, use research, use any kind of tools yang bisa membantu kita selling lebih baik,” kata Sandiaga dalam acara Ulang Tahun Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan teknologi dimanfaatkan sebagai perangkat pendukung untuk melakukan riset serta pengembangan yang dapat membantu menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif.
Dia mencontohkan pengalamannya sebagai investor yang harus menyaring banyak peluang sebelum menentukan perusahaan yang layak mendapatkan investasi. Dari sekitar 120 peluang investasi yang dipertimbangkan setiap tahun, hanya tiga hingga empat perusahaan yang akhirnya dipilih.
Dalam proses tersebut, teknologi kecerdasan buatan digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen, memahami latar belakang calon nasabah, riset mendalam sehingga bisa melakukan penawaran sesuai kebutuhan dan kondisi ekonomi nasabah dan meningkatkan peluang investasi pada asuransi, yang juga disebutnya sebagai kerja cerdas.
Selain menyoroti pemanfaatan AI, Sandiaga memaparkan konsep etos kerja lainnya selain kerja cerdas, yakni, kerja keras, kerja tuntas, dan kerja ikhlas.
Menurutnya, kerja keras menjadi fondasi utama dalam penjualan. Pelaku usaha perlu konsisten mencari peluang dan membangun hubungan dengan calon pelanggan maupun mitra bisnis.
Selanjutnya, kerja tuntas berarti menyelesaikan pekerjaan yang telah dimulai. Sandiaga mengingatkan bahwa upaya mencari peluang tidak cukup hanya berhenti pada tahap awal, tetapi harus dilanjutkan hingga mencapai hasil yang dituju.
"Kerja tuntas itu finish what you start. Kita tidak bisa disebut sebagai pelari yang menyelesaikan lomba kalau tidak melintasi garis finis," katanya.
Adapun etos keempat adalah kerja ikhlas, yakni memberikan upaya terbaik sembari menerima bahwa hasil akhir tidak selalu sesuai dengan harapan.
Meski teknologi dan inovasi dapat mendukung proses penjualan, Sandiaga menegaskan pentingnya kepercayaan dan integritas dalam membangun hubungan bisnis karena pemanfaatan AI perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi, konsistensi dalam bekerja, serta kemampuan membangun kepercayaan nasabah.
Baca juga: PAAI nilai tantangan AI dorong penguatan kompetensi agen asuransi
Baca juga: PAAI minta skema aturan pajak agen asuransi lebih adil
Baca juga: PAAI mendorong pengakuan lembaga profesi agen asuransi dari OJK
Baca juga: PAAI surati Menkeu Purbaya, minta tinjau ulang pajak agen asuransi
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·