Jakarta, CNN Indonesia --
Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) melayangkan surat perintah penangkapan internasional ke interpol terhadap bos sekaligus pendiri Telegram Pavel Durov pada Rabu (29/7).
Langkah FSB ini keluar setelah badan tersebut mendakwa Pavel Durov atas tuduhan memfasilitasi aktivitas terorisme.
Dikutip Reuters, FSB mengatakan dakwaan tersebut berkaitan dengan kegagalan Telegram menghapus materi yang, menurut pihaknya "digunakan oleh badan intelijen khusus Ukraina serta organisasi teroris dan ekstremis untuk mempersiapkan dan mengoordinasikan aksi sabotase, terorisme, pembunuhan massal, dan operasi penipuan siber di wilayah Federasi Rusia."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama kemudian, akun resmi Telegram di X mengunggah gambar Durov yang memperlihatkan gestur mengacungkan jari tengah.
Hingga kini, belum ada komentar lebih lanjut dari Durov maupun Telegram terkait tuduhan tersebut.
Telegram, aplikasi perpesanan terenkripsi yang didirikan pada 2013, memiliki lebih dari 1 miliar pengguna dan digunakan secara luas baik oleh Rusia dan Ukraina selama berperang sejak 2022.
(rds/rds)
Add
as a preferred source on Google

1 hari yang lalu
14







English (US) ·
Indonesian (ID) ·