Rusia: Jepang Bantu Drone Ukraina yang Menewaskan Warga Sipil

5 hari yang lalu 5

Pasukan Rusia berseragam lengkap berbaris rapi dalam perayaan hari kemenangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Rusia menuduh Jepang ikut berkontribusi terhadap kematian warga sipil Rusia melalui kerja sama Tokyo dengan pengembang pesawat nirawak (drone) Ukraina. Moskow menilai dukungan tersebut merupakan tindakan yang secara terbuka bermusuhan dan semakin memperburuk hubungan bilateral kedua negara.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Andrey Rudenko mengatakan kerja sama Jepang dengan pengembang drone Ukraina terjadi di tengah serangan pesawat nirawak Kyiv terhadap berbagai sasaran di wilayah Rusia.

"Mengingat provokasi teroris sistematis Ukraina yang menggunakan UAV terhadap target-target sipil di wilayah Rusia, kami menganggap kerja sama semacam itu dengan rezim Kyiv sebagai tindakan yang secara terbuka bermusuhan," kata Rudenko dalam wawancara dengan kantor berita TASS, Sabtu.

Menurut Rudenko, drone Ukraina telah menyebabkan jatuhnya korban sipil di Rusia, sehingga negara-negara yang mendukung pengembangan teknologi tersebut ikut memikul tanggung jawab moral atas dampaknya.

"Drone Ukraina membunuh warga sipil Rusia, dan Tokyo membantu mereka melakukannya," ujar Rudenko.

Ia menambahkan, keterlibatan Jepang yang semakin besar dalam konflik Rusia-Ukraina terus mengikis hubungan Rusia-Jepang yang selama ini sudah berada dalam kondisi tegang.

Hubungan Moskow dan Tokyo memang memburuk sejak pecahnya perang Rusia-Ukraina pada Februari 2022. Jepang bergabung dengan negara-negara Barat menjatuhkan berbagai sanksi terhadap Rusia serta memberikan dukungan ekonomi dan bantuan nonmematikan kepada Ukraina. Sementara itu, Rusia berulang kali mengecam kebijakan tersebut dan menilai Jepang telah meninggalkan posisi netralnya dalam konflik.

sumber : Xinhua

Baca Artikel Selengkapnya