REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Sergey Shoigu, memperingatkan Finlandia dan negara-negara Baltik terkait meningkatnya serangan pesawat nirawak Ukraina ke wilayah Rusia yang diduga melintasi kawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa Moskow memiliki hak untuk membela diri sesuai hukum internasional.
“Baru-baru ini, kasus serangan drone Ukraina terhadap Rusia melalui Finlandia dan negara-negara Baltik semakin sering terjadi. Akibatnya, warga sipil menderita dan infrastruktur sipil mengalami kerusakan yang signifikan,” kata Shoigu dalam keterangannya kepada media, sebagaimana diberitakan TASS pada Kamis (16/4/2026).
Menurut Shoigu, situasi tersebut dapat terjadi dalam dua kemungkinan. Pertama, sistem pertahanan udara Barat dinilai tidak efektif, seperti yang disebutnya terlihat dalam konflik di Timur Tengah.
Kedua, negara-negara terkait dianggap secara sengaja membuka wilayah udaranya, yang dalam pandangan Moskow berarti turut berkontribusi dalam operasi militer terhadap Rusia.
Skenario kedua, Rusia memiliki dasar hukum untuk merespons. “Sesuai hukum internasional, Pasal 51 Piagam PBB tentang hak inheren negara untuk membela diri dalam hal serangan bersenjata berlaku,” ujarnya.
Keterlibatan Eropa
Pernyataan Shoigu ini mempertegas sikap Rusia yang semakin keras terhadap keterlibatan negara-negara Eropa dalam konflik Ukraina, baik secara langsung maupun tidak langsung. Narasi tersebut kemudian diperkuat oleh pernyataan Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev.
Medvedev menanggapi publikasi Kementerian Pertahanan Rusia yang merilis daftar perusahaan di Eropa yang disebut terlibat dalam produksi pesawat nirawak (UAV) untuk Ukraina. Ia menegaskan bahwa daftar tersebut harus dipahami sebagai potensi target militer.
“Daftar fasilitas Eropa yang memproduksi drone dan peralatan lainnya harus ditafsirkan secara harfiah sebagai target potensial,” tulis Medvedev di platform X. Ia bahkan menambahkan nada sarkastik: “Tidur nyenyak, mitra-mitra Eropa!”

4 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·