Rupiah sentuh Rp18 ribu, BI terus intervensi pasar di tengah risk-off

1 jam yang lalu 1

Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) menyebut akan terus hadir di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya seiring tekanan terhadap mata uang Garuda yang pada pagi ini menyentuh Rp18.000 per dolar AS di tengah sentimen risk-off (menghindari risiko) global.

Di samping itu, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea di Jakarta, Jumat, mengatakan BI juga memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik. Intervensi terus dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Erwin menyampaikan bahwa arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan menekan pasar keuangan domestik.

Menurutnya, pergerakan rupiah secara umum masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan pelemahan terbatas sebesar 0,28 persen secara quarter-to-date (QTD).

Cadangan devisa juga tetap terjaga sebesar 146,3 miliar dolar AS pada akhir September 2026.

“Bank Indonesia juga menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang, serta terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait lainnya,” kata Erwin.

Baca juga: Rupiah melemah ke Rp18.021 seiring rilis MSCI terkait pasar saham RI

Baca juga: Rupiah pada Jumat pagi melemah jadi Rp18.021 per dolar AS

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat bergerak melemah 83 poin​ atau 0,46 persen menjadi Rp18.021 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.938 per dolar AS.

Dari dalam negeri, terjadi gejolak di pasar saham Indonesia pada pagi ini pasca-pengumuman MSCI. Pada Kamis (15/10) waktu setempat, MSCI mengumumkan untuk membuka konsultasi dengan pelaku pasar mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market (pasar berkembang) ke Standalone Market (pasar mandiri).

MSCI akan mengumumkan keputusan final paling lambat akhir Juni 2027 dan dapat memberikan pembaruan sementara mengenai masukan dari pelaku pasar selama masa konsultasi, dikutip dari pengumuman MSCI yang diterima di Jakarta, Jumat.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat pagi dibuka melemah 469,86 poin atau 8,01 persen ke posisi 5.393,92 atau mengalami trading halt. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 49,14 poin atau 8,33 persen ke posisi 540,95.

Baca juga: Rupiah Kamis ditutup melemah 35 poin ke posisi Rp17.938 per dolar AS

Baca juga: Inflasi AS tinggi, BI pastikan terus jaga rupiah sesuai fundamental

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya