Rupiah Senin sore ditutup melemah Rp16.949 per dolar AS

1 bulan yang lalu 17
Apabila harga minyak terus meroket hingga mendekati atau bahkan melampaui 100 dolar AS per barel, dampaknya bakal fatal bagi fiskal nasional..,

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Senin sore di tengah meningkatnya tekanan eksternal akibat lonjakan harga minyak dunia dan eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.

Rupiah ditutup melemah 24 poin ke level Rp16.949 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya Rp16.925 per dolar AS. Sepanjang perdagangan, rupiah bahkan sempat melemah hingga 70 poin.

Dalam keterangannya di Jakarta, Senin, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah dipicu oleh sentimen eksternal dan internal, terutama lonjakan harga minyak dunia yang kini telah menyentuh level sekitar 92 dolar AS per barel, tertinggi sejak 2020.

Harga tersebut jauh melampaui asumsi makro dalam APBN 2026 yang mematok harga minyak di kisaran 70 dolar AS per barel. Kondisi ini berpotensi meningkatkan defisit anggaran negara hingga Rp6,8 triliun.

Baca juga: Rupiah Senin melemah terseret lonjakan harga minyak dunia

"Apabila harga minyak terus meroket hingga mendekati atau bahkan melampaui 100 dolar AS per barel, dampaknya bakal fatal bagi fiskal nasional. Defisit APBN terhadap PDB bisa terdongkrak hingga mendekati 4 persen," kata Ibrahim.

Lonjakan harga minyak dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama setelah serangan udara Israel dan Amerika Serikat yang menargetkan fasilitas minyak Iran.

Teheran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan rudal terhadap sejumlah fasilitas minyak di kawasan tersebut.

Dari faktor eksternal, situasi kian memanas setelah Iran dilaporkan menyerang kapal-kapal di jalur pelayaran Selat Hormuz, jalur strategis yang menyalurkan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Potensi gangguan pada jalur tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global.

Baca juga: Rupiah pada Senin pagi dibuka melemah tembus Rp17.001 per dolar AS

"Selain itu, Iran pada hari Senin menunjuk Mojtaba Khamenei untuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi, menandakan bahwa kelompok garis keras tetap memegang kendali di Teheran seminggu setelah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel," ujar Ibrahim.

Sentimen dari Asia juga mempengaruhi pergerakan pasar.

Inflasi indeks harga konsumen (CPI) China tercatat tumbuh 1,3 persen secara tahunan pada Februari, lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 0,9 persen dan menjadi laju tercepat dalam tiga tahun terakhir.

Ibrahim memandang kenaikan inflasi tersebut terutama dipicu oleh lonjakan konsumsi selama libur Tahun Baru Imlek, ketika permintaan terhadap perjalanan, jasa, dan barang diskresioner meningkat tajam.

Baca juga: Rupiah melemah seiring pelaku pasar wait and see data tenaga kerja AS

Meski demikian, inflasi produsen masih menunjukkan kontraksi sehingga pasar masih menunggu kepastian keberlanjutan tren inflasi di China.

Di tengah tekanan tersebut, dirinya menilai pemerintah perlu mengambil sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik.

Pertama, pemerintah perlu melakukan efisiensi anggaran negara secara signifikan dengan memfokuskan belanja pada kebutuhan dasar masyarakat.

"Belanja pemerintah harus difokuskan hanya untuk kebutuhan dasar rakyat seperti pendidikan, kesehatan, pangan, energi, dan pengentasan kemiskinan," tutur Ibrahim.

Baca juga: Rusia rancang resolusi DK PBB demi dorong gencatan senjata di Timteng

Kedua, pengurangan konsumsi minyak perlu dipercepat melalui program konversi energi menuju energi baru dan terbarukan, seperti pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), tenaga air (PLTA), dan tenaga angin (PLTB) sebagai pengganti pembangkit diesel.

Ketiga, stimulus ekonomi juga perlu diperkuat melalui deregulasi untuk mendorong aktivitas usaha, termasuk memangkas aturan yang menghambat pertumbuhan ekonomi serta menyederhanakan birokrasi.

"Begitu juga perlu debirokratisasi, birokrasi yang berbelit sehingga menyulitkan dunia usaha dapat disederhanakan," lanjut dia.

Maka dari itu, untuk perdagangan Selasa besok (10/3), Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah masih akan fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah pada kisaran Rp16.950 - Rp17.000 per dolar AS.

Baca juga: Duta AS di PBB sebut serangan sekolah dasar Iran "kesalahan tragis"

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya