Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis, bergerak melemah 38 poin atau 0,12 persen menjadi Rp18.111 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.073 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi harga minyak yang masih bertahan pada level tinggi.
"Rupiah pada perdagangan hari ini melemah dipengaruhi oleh global berupa menguatnya indeks dolar dan harga minyak yang masih bertahan pada level yang tinggi," katanya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Walaupun tren harga minyak menurun, lanjut dia, tapi masih jauh di atas asumsi harga di APBN, sehingga dikhawatirkan akan berakibat pada defisit fiskal dan perdagangan.
Sentimen lainnya berasal dari hasil pertemuan (Federal Open Market Committee) yang mengarah pada sikap Federal Reserve (The Fed) yang hawkish berdampak pada kenaikan yield obligasi pemerintah, seperti tenor 10 tahun naik 0,5 basis points (bps), lalu tenor 2, 3, dan 6 tahun masing-masing naik 1,2, 1,4, dan 2,6 bps.
"Tenor 6 tahun naik paling besar, 14 bps, walaupun tidak terjadi capital outflow," ungkap dia.
Senada, Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai rupiah bergerak dalam kisaran terbatas seiring pengumuman kebijakan moneter FOMC AS.
"Sesuai ekspektasi pasar, The Fed mempertahankan Fed Funds Rate (FFR) pada kisaran 3,50-3,75 persen dalam pertemuan Juli 2026, serta kembali menegaskan komitmennya untuk memulihkan stabilitas harga," ungkap dia.
Dalam konferensi pers pascapertemuan, lanjut dia, Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan bank sentral AS terus mencermati tren kenaikan imbal hasil US Treasury (UST), yang mengindikasikan bahwa investor obligasi telah melakukan sebagian dari upaya pengetatan kondisi keuangan yang diharapkan oleh bank sentral.
Pernyataan tersebut menurunkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, sekaligus mendorong kenaikan imbal hasil UST pada tenor jangka panjang.
Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini bergerak menguat di level Rp18.078 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.087 per dolar AS.
Baca juga: Rupiah pada Kamis pagi melemah jadi Rp18.075 per dolar AS
Baca juga: Rupiah menguat dipengaruhi sikap hati-hati pasar menjelang agenda FOMC
Baca juga: Rupiah melemah seiring laporan serangan Iran terhadap pasukan AS
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·