Rudal Balistik Rusia Hujani Kyiv Lagi, Warga Ukraina Diminta Lari

1 jam yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Rusia melancarkan serangan rudal balistik ke ibu kota Kyiv, Ukraina, pada Kamis (30/7) pagi.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menyerukan di Telegram agar warga segera pergi ke shelter dan tetap berada di sana hingga situasi terkendali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tetaplah di shelter!" imbau Klitschko, seperti dikutip Anadolu Agency.

Klitschko mengatakan kebakaran telah terjadi di distrik Sviatoshynskyi imbas puing-puing yang berjatuhan dari rudal yang dicegat.

Ia juga melaporkan ada kebakaran di area non-perumahan di distrik Obolonskyi.

Kantor berita RIA Novosti juga mengabarkan sejumlah ledakan terdengar di Kyiv, Poltava, dan Kryvyi Rih saat sirene peringatan serangan udara meraung.

Menurut pejabat setempat, enam orang tewas dalam serangan rudal balistik yang menghantam sebuah rumah di sebuah desa dekat Kryvyi Rih, Ukraina tengah.

Delapan orang lainnya terluka, termasuk dua orang anak.

Dalam informasi terbarunya, Klitschko menyampaikan satu orang meninggal dunia di Kyiv akibat serangan rudal.

Pemerintah Kota Poltava juga melaporkan satu orang tewas dalam serangan di wilayah tersebut.

Dilansir dari BBC, Wali Kota Lviv, Andriy Sadovyi, juga mengabarkan ledakan terdengar di kotanya. Sejumlah orang dilaporkan terluka, beberapa di antaranya terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Serangan pada Kamis ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa Rusia sedang mempersiapkan serangan skala besar terhadap Ukraina.

"Rusia telah mempersiapkan serangan besar-besaran beberapa hari lalu, dan ada kemungkinan besar serangan itu dilakukan malam ini," ujar Zelensky dalam sebuah unggahan di media sosial.

Serangan ini juga terjadi setelah Zelensky menemui Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington untuk memohon lisensi pembuatan rudal Patriot.

Hanya sistem Patriot AS yang mampu menembak jatuh rudal-rudal balistik Rusia.

Serangan terbaru Rusia juga terjadi di saat Ukraina sedang dalam posisi terbaiknya dalam perang melawan Rusia.

Pasukan Ukraina telah memperlambat laju Rusia selama beberapa bulan terakhir. Ukraina baru-baru ini menyerang kilang minyak Rusia, yang menurut Kyiv menjadi bahan bakar bagi invasi Kremlin.

(blq/bac)

[Gambas:Video CNN]

Baca Artikel Selengkapnya