Rivalitas AS-China Makin Tegang, 46 Perusahaan Termasuk Lockheed Martin Diblokir

2 jam yang lalu 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketegangan dagang dan teknologi antara China dan Amerika Serikat kembali memasuki babak baru. Pemerintah China resmi melarang produk dari 46 perusahaan AS tertentu dibeli dalam pengadaan pemerintah, termasuk raksasa industri pertahanan AS, Lockheed Martin dan Raytheon Missiles & Defense.

Kementerian Keuangan China pada Senin mengumumkan pemberitahuan yang mewajibkan seluruh entitas yang terlibat dalam pengadaan pemerintah untuk tidak membeli produk yang diproduksi perusahaan-perusahaan AS yang masuk dalam daftar tersebut.

Langkah itu langsung menyasar sejumlah perusahaan yang selama ini memiliki keterkaitan erat dengan sektor pertahanan dan keamanan Amerika Serikat. Di antara nama yang tercantum adalah Lockheed Martin Corporation, produsen jet tempur F-35, serta Raytheon Missiles & Defense yang dikenal sebagai pembuat sistem rudal Patriot dan berbagai teknologi militer canggih.

Dalam keterangannya, Kementerian Keuangan China menyatakan kebijakan tersebut disetujui berdasarkan hukum dan peraturan yang berlaku di negara itu. Pemerintah menegaskan pembatasan hanya berlaku untuk kegiatan pengadaan pemerintah dan mulai efektif sejak tanggal pengumuman diterbitkan.

Meski demikian, Beijing memberikan pengecualian penting. Larangan tersebut tidak berlaku bagi perusahaan yang menerima investasi AS namun beroperasi dan memproduksi barang di wilayah China.

Keputusan ini muncul di tengah hubungan China-AS yang masih dibayangi persaingan strategis di bidang perdagangan, teknologi, dan keamanan. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara saling menerapkan berbagai pembatasan terhadap perusahaan masing-masing, terutama yang dianggap terkait dengan sektor pertahanan atau kepentingan keamanan nasional.

Bagi China, kebijakan terbaru ini juga dapat dibaca sebagai upaya memperkuat rantai pasok domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk dari perusahaan-perusahaan Amerika yang dinilai sensitif secara strategis.

Langkah Beijing tersebut diperkirakan akan menambah tekanan dalam hubungan ekonomi dua negara terbesar dunia yang hingga kini masih berupaya mencari titik keseimbangan di tengah rivalitas yang terus meningkat.

Apakah Ini Balasan China terhadap Tekanan Washington?

Dalam banyak hal, keputusan Beijing melarang produk dari puluhan perusahaan AS dalam pengadaan pemerintah sulit dipisahkan dari pola saling balas tekanan yang terus berkembang antara dua ekonomi terbesar dunia. Selama beberapa tahun terakhir, Washington dan Beijing terlibat dalam persaingan yang semakin luas, mulai dari perdagangan, teknologi, hingga sektor pertahanan.

Amerika Serikat lebih dahulu menerapkan berbagai pembatasan terhadap perusahaan-perusahaan China yang dianggap memiliki keterkaitan dengan kepentingan strategis Beijing. Sejumlah raksasa teknologi China, termasuk Huawei, menghadapi pembatasan akses terhadap teknologi dan komponen penting asal AS. Washington juga memperketat ekspor chip semikonduktor canggih, peralatan manufaktur chip, serta teknologi kecerdasan buatan yang dinilai dapat memperkuat kemampuan militer China.

Di sisi lain, Beijing tidak tinggal diam. Pemerintah China secara bertahap memperluas daftar perusahaan asing yang dianggap mengancam kepentingan nasionalnya. Beberapa perusahaan pertahanan AS sebelumnya telah dikenai sanksi terkait penjualan senjata ke Taiwan, wilayah yang diklaim China sebagai bagian tak terpisahkan dari kedaulatannya.

sumber : Xinhua

Baca Artikel Selengkapnya