Ribuan Warga di Portugal Demo Tuntut Harga Sewa Hunian Murah

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Ribuan warga di Lisbon, Portugal, berunjuk rasa menuntut pemerintah menyediakan hunian terjangkau dan membatalkan rancangan undang-undang yang menghapus pembatasan harga sewa tempat tinggal.

Warga ramai-ramai berkumpul di Lapangan Rossio, Lisbon untuk menyampaikan aspirasi itu di tengah ekonomi yang kian surut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Orang-orang menunjukkan ketekunan, kekuatan, dan tekad yang luar biasa setelah berminggu-minggu protes," kata Juru bicara gerakan Casa para Viver, Rita Silva.

"Kami tak melihat ada kemauan dari pemerintah untuk mendengarkan. Demonstrasi akan terus berlanjut," lanjutnya seperti diberitakan Reuters, Sabtu (31/10).

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Luis Neves mengatakan pemerintah menghormati unjuk rasa ini. Dia lalu berharap demo berlangsung "tertib, sopan" dan "sesuai dengan hukum."

Terpisah, Perdana Menteri Portugal Luis Montenegro menolak untuk membatalkan RUU tersebut. Namun, dia terbuka mengubah pasal-pasalnya jelang pemungutan suara final dalam beberapa minggu mendatang.

"Partai-partai harus bergerak lebih dekat. Garis tindakan utama adalah program pemerintah," ujar dia.

Menanggapi pernyataan itu pemimpin Partai Sosialis Jose Luis Carneiro mendesak pemerintah melibatkan partai oposisi dan sipil dalam membahas RUU itu.

"Daripada dengan arogan memaksakan pandangannya, terkadang bahkan dengan nuansa otoriter," ujar Carneiro.

Portugal tengah menghadapi krisis perumahan sejak beberapa tahun terakhir dan sangat berdampak ke kelompok muda. Harga rumah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 2017 dan sewa untuk rumah juga naik hampir dua kali lipat.

Aksi protes perumahan semakin intensif dalam beberapa minggu terakhir. Namun, polisi melakukan tindakan kekerasan ke demonstran, termasuk memukul mereka dengan pentungan.

(isa/end)

Baca Artikel Selengkapnya