RI Perkuat Kemitraan China-ASEAN, Dubes Wang: Indonesia Jangkar

4 hari yang lalu 27

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Duta Besar China untuk ASEAN Wang Qing menyebut Indonesia sebagai jangkar ASEAN sekaligus negara yang dapat memainkan peran penting dalam memperkuat kemitraan antara China dan blok Asia Tenggara. Posisi Indonesia dinilai semakin strategis ketika hubungan ekonomi China-ASEAN terus membesar di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

“Indonesia merupakan jangkar bagi ASEAN. Saya kira Indonesia juga dapat memainkan peran sebagai jangkar dalam kemitraan China-ASEAN. Itulah harapan saya, dan saya juga yakin akan hal tersebut,” kata Wang dalam peringatan lima tahun Kemitraan Strategis Komprehensif (CSP) China-ASEAN di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Menurut Wang, Indonesia merupakan salah satu mitra terpenting China di antara negara-negara ASEAN. Kedekatan tersebut tidak hanya tercermin dalam perdagangan, tetapi juga sejumlah proyek konektivitas dan investasi yang dikembangkan kedua negara.

Ia menyebut Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh serta skema Two Countries, Twin Parks (TCTP) sebagai contoh kerja sama yang telah berjalan. TCTP dikembangkan sebagai instrumen untuk memperkuat investasi, perdagangan, dan keterhubungan kawasan industri antara Indonesia dan China.

Wang mengatakan hubungan kedua negara juga berpotensi menjadi contoh kerja sama Selatan-Selatan. Beijing berharap hubungan dengan Jakarta dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap kemitraan China-ASEAN sekaligus pembangunan negara-negara berkembang.

“Kami berharap China dan Indonesia dapat menjadi contoh yang baik bagi kerja sama Selatan-Selatan, sekaligus bagi kerja sama China-ASEAN,” ujar Wang.

Hubungan Jakarta-Beijing dalam beberapa bulan terakhir juga bergerak pada level strategis. Pada 21 Agustus 2026, Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bertemu Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Pertahanan Dong Jun dalam pertemuan kedua Joint Foreign and Defense Ministerial Dialogue atau mekanisme 2+2 di Jakarta.

Mekanisme tersebut memiliki arti khusus bagi Beijing. Pemerintah China menyebut dialog menteri luar negeri dan menteri pertahanan dengan Indonesia sebagai mekanisme 2+2 tingkat menteri pertama yang dibangun China dengan negara lain di dunia.

Pertemuan Agustus itu tidak hanya membicarakan hubungan ekonomi. Kedua negara membahas kerja sama politik, pertahanan dan keamanan, termasuk keamanan maritim, latihan dan pelatihan bersama, penanggulangan kejahatan lintas negara, hingga pentingnya menjaga keamanan jalur pelayaran strategis.

Pada hari yang sama, kedua negara juga menggelar pertemuan pertama Comprehensive Strategic Dialogue (CSD). Mekanisme baru tingkat menteri luar negeri tersebut ditujukan untuk mengevaluasi capaian kerja sama sekaligus menentukan prioritas strategis hubungan Indonesia-China pada masa mendatang.

Presiden Prabowo Subianto kemudian menerima Wang Yi dan Dong Jun di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menyampaikan keinginan memperluas kerja sama politik, ekonomi dan teknologi, sementara China menyatakan kesiapannya memperdalam kerja sama untuk mendukung industrialisasi dan modernisasi Indonesia.

sumber : Antara

Baca Artikel Selengkapnya